LEBARAN YANG BERMAKNA, LEBARAN SEBAGAI BAGIAN ZIARAH

LEBARAN YANG BERMAKNA, LEBARAN SEBAGAI BAGIAN ZIARAH

 

Untuk sebagian besar masyarakat, Lebaran adalah hari paling dinantikan dalam setahun. Bagi rakyat berpenghasilan menengah-bawah, momen ini juga digunakan untuk memiliki pakaian baru dan menyantap hidangan istimewa. Kegembiraan  yang datang setahun sekali jangan sampai berkurang karena dibayangi kekhawatiran membubungnya harga sandang dan pangan. Lebih jauh lagi, jangan sampai terjadi ekses lebih lanjut, antara lain meningkatnya angka kriminalitas dan kecelakaan di jalan raya yang akan menambah derita para pemudik. Pemerintah telah bekerja keras untuk bisa menyingkirkan gangguan-gangguan lebaran, sehingga lebaran menjadi peristiwa penting penuh makna.

LEBARAN YANG BERMAKNA, LEBARAN SEBAGAI BAGIAN ZIARAH

LEBARAN YANG BERMAKNA, LEBARAN SEBAGAI BAGIAN ZIARAH

Kita cukup diuntungkan, lebaran tahun ini berada pada bulan Juli, tidak ada cucaca ekstrim, tidak ada banjir atau gangguan-gangguan alam yang biasanya mengurangi pasokan sembako. Juga tahun ini tol Cipali sudah bisa digunakan, sehingga seharusnya para musafir itu tidak didera lagi kemacetan yang sangat menyiksa. Cerita pemudik harus nginap di jalan akibat kemacaten lalu lintas masa lebaran  semoga tidak terjadi lagi.

Dalam konteks kekinian, mudik menjadi ajang melepas rindu yang merupakan nilai-nilai primordialisme yang bersifat positif atau dalam istilah Emha Ainun Najib mudik sebagai upaya memenuhi tuntutan sukma untuk bertemu dan berakrab-akrab dengan asal-usulnya. Namun, karena tradisi mudik tahunan ini selalu identik dengan hadirnya Idul Fitri, maka maknanya tidak hanya sekadar peristiwa biologis yakni pelepasan rindu kampung halaman, melainkan juga memiliki makna spiritual yang begitu dalam.

Setelah bergelut dengan hiruk pikuk kehidupan kota yang begitu keras maka bersua  dengan keluarga, sungkem kepada orang tua, bertegur sapa dan berbagi rasa dengan tetangga menjadi sebuah kesempatan berharga untuk merestorasi spiritualitas yang terkikis seiring dengan makin ketatnya kompetisi. Maka, dalam hal ini prosesi mudik menjadi semacam transformasi spiritual untuk mewujudkan solidaritas terhadap sesama yang dibelenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan di tengah peradaban modern.

Mudik barangkali identik dengan ziarah, kita melintasi waktu dan peradaban, di saat manusia merasa menjadi modern yang dibarengi dengan kehilangan rasa kemanusiaannya, maka tak ada lagi ruang kasih sayang dan emosi manusiawi yang ditebarkan bagi manusia lainnya sehingga yang muncul adalah perangai kasar yang mementingkan diri sendiri dan agresif. Dengan mudik kita disadarkan, mungkin kita cari uang lebih gampang dari sebagian besar penduduk kampung, kita mengeluarkan uang Rp 50.000 hanya untuk makan siang sederhana sendirian, padahal di kampung uang sebanyak itu bisa digunakan untuk makan sekeluarga.

Diharapkan dengan mudik kita dihadapkan dengan realita, semoga rasa kasih sayang terhadap manusia lain tetap terpelihara, demikian juga rasa  rendah hati yang memunculkan rasa solidaritas kepada sesama selalu tertanam dalam jiwa. Dengan demikian hiruk  pikuk lebaran akan memunculkan makna, makna hakiki, kita menjadi lebih tawakal dan sabar serta menghargai sesama. SELAMAT LEBARAN SAUDARA-SAUDARAKU UMAT MUSLIM, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Akhirnya Margriet Tersangka, Pembunuhan Engeline Mulai Terkuak

Akhirnya Margriet Tersangka, Pembunuhan Engeline Mulai Terkuak – Engeline dilaporkan hilang pada tanggal 16 Mei 2015, Engeline ditemukan terkubur di pekarangan Margriet pada 10 Juni 2015, Margriet berstatus sebagai tersangka pembunuh Engeline pada tanggal 28 Juni 2015.

Akhirnya Margriet Tersangka, Pembunuhan Engeline Mulai Terkuak

Akhirnya Margriet Tersangka, Pembunuhan Engeline Mulai Terkuak

Dasar oenetapan Margriet sebagai tersangka ada tiga : 1. Pengakuan Agus yang menyatakan bahwa ia hanya bertugas sebagai pengubur, bukan sebagai pembunuh, Engeline dibunuh oleh orang tuanya sendiri. 2. Analisa laboratorium dan forensik memberikan petunjuk kuat bahwa Margriet patut diduga sebagai pembunuh anaknya sendiri 3. Lokas kejadian, pembunuhan dan penguburan Engeline dilakukan dalam satu tempat dimana Margriet tinggal, berbagai analisa mengarahkan bahwa Margriet layak ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Awalnya kasus ini agak membingungkan publik, Agus pembantu Margriet membuat pengakuan yang berubah-ubah. Awalnya Agus mengaku bahwa dialah pembunuh Margriet, dengan janji bayaran 2 milyar jika berhasil dan tidak terbongkar. Pengakuan itu sempat dilontarkan kepada Akbar Faisal Anggota DPR, kemudian pengakuannya berubah bahwa Agus hanya bertugas mengubur saja. Rupanya terakhir Agus menambahkan bahwa pembunuh Engeline adalah orang tuanya sendiri.

Jika nanti pengadilan bisa membuktikan bahwa benar Margriet adalah pembunuh Engeline maka ada kebiadaban yang luar biasa telah terjadi dalam kasus Engeline ini. Menyaksikan akting margriet di televisi, memaksa kita untuk berpkikiran buruk bahwa pembunuhan Engeline telah direncanakan dengan matang. Pembuatan akun facebook yang dimaksudkan untuk mencari info keberadaan Engeline, akting kesedihan dan kemarahan Margriet, intimidasi kepada Agus adalah bagian-bagian yang harus dicatat bahwa Margriet merencanakan pembunuhan ini sudah cukup lama, hanya saja eksekusi rencananya kurang rapi, banyak hal-hal yang memudahkan polisi untuk menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan. Akhirnya Margriet Tersangka, Pembunuhan Engeline Mulai Terkuak.

Rumah Akik Ngrojo Kulon Progo, Menggali Potensi Kiriman mBah Marijan

Rumah Akik Ngrojo Kulon Progo, Menggali Potensi Kiriman mBah Marijan – Yogyakarta pernah heboh dengan batu akik yang ditawarkan dengan harga ratusan juta, akik itu ditemukan di Kali Code, kali yang mengalirkan berbagai bebatuan dan pasir berhulukan Gunung Merapi tempat mBah Marijan almarhum berkarya dan melegenda. Rupanya di sebelah barat Yogyakarta terdapat Sungai Progo yang juga berhulukan Gunung Merapi dan menyimpan potensi batu akik yang luar biasa. Berbagai pameran telah diselenggarakan di Magelang dan Yogyakarta dengan maksud menggali potensi batu akik di daerah Yogyakarta dan sekitarnya.

Rumah Akik Ngrojo Kulon Progo, Menggali Potensi Kiriman mBah Marijan

Rumah Akik Ngrojo Kulon Progo, Menggali Potensi Kiriman mBah Marijan

Akik Lavender, ndhog gemak, raflesia semuanya tembus cahaya ternyata tersimpan di sepanjang Sungai Progo. menurut para pakar kualitas batu akik yang dihasilkan oleh aliran Sungai Progo tidak kalah kualitas dibandingkan dengan batu akik dari daerah lain, keindahannya, kekerasannya bisa diadu.

Untuk menampung para penggila akik, yang terdiri dari para pemburu, perajin, kolektor maka di dusun Ngrojo Nanggulan Kulon Progo didirikan sentra batu akik. Lokasi sentra akik ini kurang lebih 50 meter sebelah barat Jembata Ngapak. Di sini berkumpul kurang lebih 20 pengasah-pengasah batu akik handal yang selama ini membuka usahanya di rumah masing-masing. Dengan berkumpul di sebuah sentra akik begini maka konsumen akan dimanjakan, karena disediakan berbagai pilihan. Tentu saja batu akik di sini juga akan didatangkan dari berbagai daerah lain, sehingga selera konsumen akan tercukupi dengan hanya megunjungi Sentra Akik Ngrojo.

Batu akik kiriman mBah Marijan memang akan menjadi ciri khas Sentra Akik Ngrojo, namun jangan kuatir karena batu mulia dari daerah lain juga tersedia di sini. Datanglah di pembukaannya yang akan dilakukan pada satu minggu menjelang lebara atau 11 Juli 2015.

Hungry John, Roti Bakar Eat Happens Yang Menggoda Mata Dan Selera

Hungry John, Roti Bakar Eat Happens Yang Menggoda Mata Dan Selera – Haaaah, sepanjang ini, segede ini ngga keliru ini?  Tenang Kak, nanti bisa dibungkus dan dihabiskan di rumah. Demikian sepenggal dialog sepasang customer yang terlanjur memesan Roti Bakar Long John atau Hungry John di Eat Happens Tebet. Roti Bakar itu memang menggoda mata dan selera, panjangnya sekitar 40 cm, dari dalam nampak menyembul sosis yang digores-gores pisau, dan di atas Roti Bakar itu dilukis mayonise dan saus sambal yang membuat hati penasaran.

Hungry John, Roti Bakar Eat Happens Yang Menggoda Mata Dan Selera

Hungry John, Roti Bakar Eat Happens Yang Menggoda Mata Dan Selera

Roti bakar Hungry John ini terbuat dari tepung gandum yang penuh serat, jadi disamping mengenyangkan roti ini juga sangat menyehatkan. Ada beberapa pilihan isi yang ditawarkan : kebab, patty dan sosis. Di antara berbagai pilihan isi Hungry John rupanya sosis menjadi favorit pilihan customer.

Yang unik di sini, usai pesan Hungry John, biasanya customer tidak langsung menyantapnya. Photo dulu dengan berbagai posisi, waiter juga disibukkan karena dimintai tolong untuk mengambil photo. Setelah photopun, beberapa customer langsung sibuk dengan smart phone. Rupanya hasil pemotretan langsung ditayangkan ke berbagai medsos, facebook, instagram, path dan lain sebagainya buat pamer ke teman-temannya.

Ukuran Roti Bakar ini memang pas untuk berdua dalam keadaan lapar, tetapi jika ingin menikmati makanan lainnya, maka waiter akan dengan senang hati membungkusnya untuk dibawa pulang, Roti Bakar ini tetap lembut meski dimakan dalam keadaan dingin. Hungry John, Roti Bakar Eat Happens Yang Menggoda Mata Dan Selera.

Eat Happens, One Stop Eating, Dari Kue Cubit Sampai Bakso Sunsum

Eat Happens, One Stop Eating, Dari Kue Cubit Sampai Bakso Sunsum – Kak, waiting list nomor tujuh ya, biasanya cepet kok, setelah berbuka puasa banyak customer yang langsung pulang, kakak bisa jalan-jalan dulu, nanti kita hubungi. Demikian celoteh seorang waiter Eat Happens dengan sangat ramah menjelaskan kepada calon tamunya yang kecewa karena tidak mendapatkan tempat duduk. Entah akhirnya calon tamu ini kembali lagi atau tidak, yang jelas  Eat Happens memang full table padahal baru pukul 17.00 atau masih sekitar 50 menit lagi waktunya berbuka puasa, ini terjadi pada hari Jum’at 26 Juni 2015.

Eat Happens, One Stop Eating, Dari Kue Cubit Sampai Bakso Sunsum

Eat Happens, One Stop Eating, Dari Kue Cubit Sampai Bakso Sunsum

Eat Happens dibuka baru kira-kira satu bulan yang lalu, namun kini sudah menjadi favorit pilihan bagi anak-anak muda untuk memenuhi hasrat makan dan saling bertemu sepulang kantor atau pulang kuliah. Terletak di ujung Jalan Tebet Utara I dari arah Casablanca, resto anak muda ini ramai dikunjungi customer dari buka pukul 16.00 sampai tutup pukul 22.15.

Variasi makanan serta suasana resto yang lain daripada yang lain memang eye catching, jalanan yang selalu macet memaksa para pengendara menengok ke kiri dan menyaksikan kerumunan orang sedang makan dan sambil bercanda ria, berphoto selfie. Mungkin para pengendara itu penasaran, dan ingin datang membuktikan di lain waktu. Makanan yang tersedia di sini memang menggoda lidah, begitu masuk aroma duren dari Beyon Cendol And Duren Bar yang menyediakan minuman serba duren dan kue cubit sangatlah menggoda, maju sedikit di sebelah kiri  terlihat kesibukan tukang martabak baik manis maupun telor. Roti Bakar panjang yang diberi nama Hungry John tidak kalah membuat penasaran pengunjung, burger warna-warni menjadi satu booth dangan martabak.

Di lokasi paling ujung, ada pemandangan menakjubkan karena nyala kompor yang membubung tinggi atraktif sekali, rupanya sedang ada koki yang masak Choneese Food : nasi goreng hitam, nasi goreng hijau, Rice Bowl dengan toppingan sapi lada hitam, lidah sapi, teriyaki. Jangan sampai tidak mencoba, di sini ada bakmi ayam hijau dan bakso sunsum yang benar-benar membuat penasaran. Eat Happens, One Stop Eating, Dari Kue Cubit Sampai Bakso Sunsum.

Pembunuhan Angeline, Cukup Misterius, Jangan Jangan Kasus Sederhana

Pembunuhan Angeline, Cukup Misterius, Jangan Jangan Kasus Sederhana – Ag telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Angeline, Margreith Megawe sudah ditetapkan sebagai tersangka penelantaran anak. Publik kurang puas akan status penetapan tersangka ini, publik terlanjur digiring opininya bahwa Margreithlah aktor intelektual pembunuhan Angeline. Publik tidak salah karena opininya tergiring oleh tingkah laku Margreith yang arogan atau sombong sekali.

Pembunuhan Angeline, Cukup Misterius, Jangan Jangan Kasus Sederhana

Pembunuhan Angeline, Cukup Misterius, Jangan Jangan Kasus Sederhana

Kita juga harus berpikir obyektif, kalau Margreith membunuh Angeline, apa yang dituju, apa yang hendak dicapai rasanya juga kurang masuk akal. Atau mungkin anak-anak Margreith yang sudah besar-besar itu dalang pembunuhnya, tetapi berita-berita yang tersekspose selama ni sama sekali tidak mengarah ke sana. Publik mungkin juga main logika, barangkali urusan warisan menjadi kekhawatiran bagi anak-anak Margreith yang sudah besar-besar itu.

Atau jangan-jangan kasusnya sangat sederhana, kasus ini murni pemerkosaan, untuk menghilangkan jejak korban dibunuh dan dikubur. Dalam kesaksiannya yang cukup berubah-ubah Ag menyatakan bahawa ia membunuh Angeline karena mendapatkan order dari margreith dengan upah 2 milyar jika tidak terbongkar, namun pernyataan itu dicabutnya kemali ebeberapa hari kemudian. Bahwa Ag merupakan pelaku tunggal pembunuhan Angeline sebenarnya cukup masuk akal juga, di rumah itu ia bebas melakukan apa saja tanpa ada yang mengawasi sementara Angeline juga sehari-hari bersama Ag memberi makan ternak.

kasus ini memang menjadi misterius, opini publik sudah terlanjur mengerucut berkat polah tingkah Margreith, di sisi lain ada kejanggalan yang mengganggu, untuk apa Margreith membunuh Angeline, bodoh sekali kalau Margreith melakukan itu. jangan-jangan kasus ini hanya kasus sederhana, pemerkosaan disertai pembunuhan sebagai upaya menghilangkan jejak.

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh – Tampilan Margreith yang garang dan kurang simpati ketika kasus Angeline terkuak ke publik, mudah sekali menggiring opini publik untuk menjatuhkan sangkaan bahwa Margreith terlibat dalam kasus terbunuhnya Angeline. Polisi juga tidak kurang akal, kasus adopsi yang legalitasnya diragukan, dan penelantaran Angeline oleh Margreith dijadikan pegangan untuk “menjatuhkan” mental Margreith. Kini Margreith telah dijadikan tersangka dalam penelantaran Angeline.

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Orang Indonesia terkenal mudah bersimpati, jika ada orang yang terzolimi maka simpati akan mudah mengalir.  Kasus terbunuhnya Angeline menegaskan itu semua, doa dan simpati serta karangan bunga mengalir deras. Kita juga teringat dengan SBY yang enempatkan diri sebagai orang teraniaya, ternyata rakyat Indonesia justru mendukungnya untuk menjadi presiden mengalahkan Megawati sebagai incumben.

Membebani anak usia 8 tahun untuk merawat binatang piaraan, ratusan ayam dan mungkin masih ditambah anjing, sungguh tindakan yang tidak bisa ditolelir. Badan bau, rambut kumel, baju juga kumel ketika Angeline datang ke sekolah tiap pagi, menandakan bahwa Angeline overload pekerjaan, pekerjaan yang sebenarnya belum pantas dibebankan kepadanya. Guru-guru dan lingkungan sekolah paling tidak orang tua teman sekelas Angeline pasti sudah tahu derita yang dialami ileh Angeline, toh penderitaan Angeline berlangsung lama, seolah Margreith bebas melakukan apa saja terhadap Angeline tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Terbunuhnya Angeline akan membawa hikmah besar bagi Bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak, era digital seperti sekarang mustinya akan memudahkan suatu kasus menyulut emosi publik. Misalnya jika dulu situasi yang dihadapi oleh Angeline ini diexpose di media sosial barangkali kasusnya tidak akan setragis yang terjadi sekarang ini.

Margreith sudah dijadikan tersangka penelantaran anak, semoga Bangsa Indonesia bisa memetik pelajaran yang sangat berharga, dan kasus serupa jangan terulang kembali. Kasus penetapan Margreith karea penelantaran anak pasti mengecewakan banyak pihak, karena publik sudah terlanjur beropini bahwa Margreithlah aktor intelektual atas terbunuhnya Angeline. Tetapi biarkanlah polisi mengerjakan tugas sebaik-baiknya, polisi pasti tidak bodoh dan gegabah menentukan seseorang menjadi tersangka.

Kasus Angeline, Menunggu Terjadi Korban, Baru Sibuk Berbenah

Kasus Angeline, Menunggu Terjadi Korban, Baru Sibuk Berbenah – Akhirnya Margriet ibu angkat Angeline ditetapkan sebagai tersangka, sementara baru disangka atas penelantaran anak. Bahwa ibu guru Angeline setiap hari harus memandikan dan mengkramasi rambut Angeline (ini adalah pertanda atau indikasi yang sangat nyata bahwa Angeline ditelantarkan orang tuanya) itu sudah berlangsung lama, pasti itu menjadi bahan pembicaraan umum namun toh seolah publik membiarkan Margriet bertindak sesuka hati. Baru setelah Angeline terbunuh entah oleh siapa, maka polisi seolah-olah mencari-cari kesalahan Margriet, padahal itu sudah dilakukan dalam jangka waktu cukup lama dan sudah menyebalkan paling tidak lingkungan sekolah Angeline.

Kasus Angeline, Menunggu Terjadi Korban, Baru Sibuk Berbenah

Ag-tersangka pembunuh Angeline

Setelah Angeline terbunuh, aparat pemerintah sibuk : ada yang mau mempertegas aturan adopsi anak, akan memperbaiki UU perlindungan anak dan sebagainya, tidak tahulah selama ini apa yang mereka kerjakan.

Kita juga teringat, terbunuhnya Deudeuh Alfisahrin, seorang PSK yang buka praktek di tempat kos di Boarding House Jalan Tebet Utara I No 15 C. Setelah kasus itu, aparat sibuk melakukan pembenahan sana-sini, bahkan  Boarding House itu sekarang dibongkar, padahal publik juga jelas-jelas tahu bahwa rumah itu berdiri di atas tanah negara, tetapi mengapa dalam kurun waktu sekian lama dibirkan berdiri dan beroperasi, sampai-sampai masyarakat memberikan nama jalan di mana Boarding House berada sebagai Vagina Street.

Sudah menjadi kebiasaan kita, menunggu korban dulu baru sibuk berbenah, akan kita pertahankah sampai kapankah kebiasaan ini? Jangan-jangan para pejabat itu memang selama ini tidak mengerjakan apa-apa atau tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Angeline, Potret Kemiskinan Di Balik Gemerlapnya Bali

Angeline, Potret Kemiskinan Di Balik Gemerlapnya Bali – Banyuwangi adalah kampungnya Hamidah ibu kandung Angeline, sebuah kota yang berjarak “selemparan batu” ke Bali. Kemiskinan yang mendera keluarga Hamidah memaksanya melirik Bali yang gemerlap, siapa tahu nasibnya berubah. Pembantu rumah tangga adalah satu-satunya keahlian yang Hamidah miliki, ternyata di Bali Hamidah ketemu Rosidic pekerja bangunan yang kemudian menjadi suaminya, cita-cita merubah nasib batal. Terbukti ketika Angeline lahir dari pasangan Hamidah dan Rosidic, sisa biaya persalinan yang hanya Rp 600.000 pun  tidak mampu mereka lunasi. Margareith menjadi malaikat yang sangat beruntung, cukup mengganti sisa biaya persalinan enam ratus ribu, ia berhak mengadopsi Angeline.

Angeline, Potret Kemiskinan Di Balik Gemerlapnya Bali

Angeline, Potret Kemiskinan Di Balik Gemerlapnya Bali

Setelah Angeline diadopsi “orang kaya”, mungkin pasangan Hamidah dan Rosidiq terbuka matanya, oh ternyata meskipun tidak mampu membayar biaya persalinan masih ada orang yang mau menolong, Hamidahpun hamil lagi untuk anak ketiganya, selama kehamilan anak ketiga ini ternyata Rosidic yang meskipun hanya tukang bangunan, nafsu selingkuhnya besar, sebesar boss-boss yang bergelimang uang maka lengkaplah derita Hamidah ibu kandung Angeline. Harapan perubahan nasib digantungkan ke pundak Angeline yang diadopsi oleh orang kaya bernama Margereith Megawe. Siapa tahu Angeline bisa jadi anak pintar atau dokter yang bisa menjadi gantungan hidup masa tua Hamidah.

Bali memang gemerlap, banyak orang tertarik ingin mengadu nasib di sana, salah satunya adalah Hamidah gadis miskin dari Banyuwangi. Sial bagi Hamidah karena di Bali ia tertangkap Rosidic yang sama-sama pendatang, yang sama-sama susah. Hamidah susah berpasangan dengan Rosidic susah hasilnya lebih susah. Inilah salah satu efek gemerlapnya Bali, yang harus menampung segala macam persoalan manusia. Angeline terlahir dari pasangan yang sangat susah ekonominya, diadopsi oleh orang yang susah mentalnya. Angeline, Potret Kemiskinan Di Balik Gemerlapnya Bali.

1 2 3 82