Ahok Bilang Tarip Prostitusi Artis 200 Juta Kemahalan

Ahok Bilang Tarip Prostitusi Artis 200 Juta Kemahalan – Gubernur satu ini biasanya ceplas-ceplos dan terkesan sembarangan kalau mengomentari suatu kasus. Termasuk ketika dikejar wartawan atas tarip prostitusi artis yang mencapai Rp 200 juta, Pak Gubernur hanya komentar singkat : “Kemahalan tuh,” ujar Ahok  seusai menghadiri acara peringatan hari Waisak Yayasan Buddha Tzu Chi,  Minggu (10/5/2015).

Ahok Bilang Tarip Prostitusi Artis 200 Juta Kemahalan

Ahok Bilang Tarip Prostitusi Artis 200 Juta Kemahalan

Termasuk ketika ditanya wartawan atas ringannya ancaman hukuman kepada RA sang mucikari yang menghebohkan itu, Ahok juga tidak komentar , ada kesan menghindar dan irit komentar tidak seperti biasanya :”Itu bukan urusan saya. Tanyakan ke polisi,” tutur Ahok seraya berlalu. Seperti diketahui dan diberitakan sebelumnya bahwa berdasarkan pasal tertentu ancaman hukuman yang ditimpakan kepada RA sang mucikari “hanya” sekali lagi hanya 1 tahun kurungan dan denda Rp 15.000,-, alamak.

Ketika kasus Deudeuh Alfisahrin mencuat medio April lalu, Ahok mewacanakan apartemen khusus prostitusi, maksud dan tujuannya adalah untuk melokalisir prostitusi itu sendiri supaya tidak ber-ceceran di tengah pemukiman. Hanya saja karena kita ini termasuk negara yang agamis, maka wacana itu ditentang habis oleh para tokoh asyarakat, menurut para penentang wacana Ahok tentang lokalisasi prostitusi ini  sangatlah sederhana : prostitusi tidak boleh ada di negeri ini. Sebuah solusi yang jitu dan dahsyat, tetapi persoalannya sangatlah tidak sederhana, sepertinya mustahil menghapus prostitusi yang sudah ada sejak zaman purba ini.

Kembali ke tarip Rp 200 juta, tarip ini sungguh mencengangkan dan membuat kita garuk-garuk kepala sambil geleng-geleng kepala. Luar biasa mahal, bayangkan buruh DKI yang bergaji UMR 2,7 juta harus menabung selama hampir 7 tahun mengumpulkan uang sebanyak itu, dan selama 7 tahun itu ia harus kerja sambilan supaya gajinya bisa utuh ditabung demi mengumpulkan uang 200 juta.

Rio Santoso yang guru bimbel sepertinya juga mustahil untuk mengumpulkan uang 200 juta hanya untuk mencicipi jasa artis, maka sudah benar ketika Rio Santoso tahu diri dan mengambil kelas yang hanya Rp 350.000,-. Tarip Rp 200 juta memang sudah gila, lalu pertanyaan kita, siapakah yang bisa membayar sebanyak itu? Pertanyaan berikutnya, uang hasil usaha dari keringat yang menetes atau uang apakah itu?

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *