Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos

Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos – Kematian Deudeuh Alfisahrin yang menggemparkan Jalan tebet Utara I 15 C baru baru ini menyisakan cerita-cerita seram, cerita-cerita yang selalu saja muncul mengiringi kematian yang tidak wajar. Termasuk arwah Deudeuh sampai saat ini masih gentayangan, menghantui seluruh penghuni rumah Boarding House, satu persatu penghuni rumah kos warna dominan pink ini pilih angkat kaki daripada mendapat banyak gangguan.

Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos

Aparat Rajin Merasia Rumah Kos

Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos

Yang Tidak Berijin Akan Ditempel Label Ini

Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos

Di sini Deudeuh terbunuh, semoga banyak hikmah

Sudah jamak di negeri ini, aparat kebakaran jenggot jika insiden sudah terjadi, baru saja kita ingat insiden pesawat Air Asia, karena rutenya dianggap bermasalah maka perusahaan lain yang mempunyai rute tak berijin ikut kena getah dibekukan rute penerbangannya, padahal sudah bertahun-tahun tanpa ijin penerbangan juga pesawatnya ngga jatuh.  Sama persis kasusnya dengan Boarding House yang tak berijin, kematian Deudeuh membuka mata para aparat bahwa di Tebet banyak sekali rumah kos yang tanpa ijin. Bakal banyak rumah kos yang tak berijin akan kena getahnya, resiko paling berat adalah penutupan usaha, padahal mereka puluhan tahun beroperasi tanpa ijin aman-aman saja tidak ada yang terbunuh.

Memang di negeri ini yang dinamakan ijin menjadi momok dunia usaha, ijin itu mahal dan rumit dan kaitannya nanti dengan Pajak Daerah maupun Pajak Penghasilan. kalau semuanya tertib, pengusaha akan menanggung biaya perijinan dan pajak yang sangat memberatkan, padahal pengusaha harus bersaing dengan pengusaha-pengusaha lain yang tidak harus membayar pajak dan mengurus perijinan. Contoh paling jelas adalah Rumah Makan yang harus bersaing dengan pedagang kaki lima, Rumah Makan harus ijin pariwisata, ijin gangguan, bayar pajak 10 %, bayar pajak PPH pasal 46 1 % omzet, sementara para pedagang kaki lima yang menyerobot trotoar dibiarkan merdeka.

Kembali ke topik semula, semoga kematian Deudeuh membawa hikmah, supaya kita tertiblah, paling tidak tertib moral, rumah kost jangan dijadikan tempat prostitusilah. Arwah Deudeuh Gentayangan, Aparat Semangat Rasia Rumah Kos.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *