Demam Batu Akik Akan Segera Digantikan Demam Gubal Gaharu

Demam Batu Akik Akan Segera Digantikan Demam Gubal Gaharu – Tahun 2008-2009 Indonesia dilanda gelombang dahsyat, banyak orang digulung gelombang itu, gelombang itu adalah gelombang yang mengandung cinta, Anthurium. Kini gelombang cinta menggejala kembali dalam wujud yang lain yaitu gelombang bebatuan, batu yang setengah mulia atau batu akik. Pencitraan, khasiat, magis, keberuntungan, karir, kewibawaan, rejeki, pengasihan, kelancaran usaha, pelet adalah hal-hal yang mendasari mengapa seseorang mengejar-ngejar batu akik. Berapa lamakah demam batu akik ini akan berlangsung? Pasti hanya Tuhan yang tahu.

Demam Batu Akik Akan Segera Digantikan Demam Gubal Gaharu

Makam Maestro Tari Bagong Kussudiardjo tidak luput dari para pencungkil

Batu akik tersedia dimana-mana, punggung bukit, kali, dalam tanah, hutan dan kebun sehingga sebenarnya siapapun akan dengan sangat mudah menemukannya. Kita tentu masih ingat ketika di Jalan Bango Raya Pondok Labu Jakarta Selatan, ada sebuah rumah besar dibongkar, sisa-sisa keramik lantai dicitrakan sebagai batu setengah mulia. Bekas rumah itu ramai diaduk-aduk oleh orang yang berdatangan dari seluruh penjuru Jakarta. Sampai sekarang di depan bekas bongkaran rumah itu menjadi pasar batu akik yang sangat ramai dikunjungi customer.

Demam batu akik sepertinya membuat para penggilanya mulai gelap mata, batu-batu yang tidak bersalah yang teronggok sebagai penguat punggung bukit dicongkel, dilukai, ditest kemuliaannya. Bahkan yang menyedihkan makam juga telah menjadi sasaran para penggila batu akik, diberitakan bahwa  batu nisan seniman Ki Bagong Kussudiardjo yang terletak di kompleks makam keluarga di Gunung Sempu Bantul Jogyakarta juga tidak luput dari cungkilan para penggila batu akik. Luar biasa.

Euforia batu akik ini kalau demamnya berlangsung lama dan tidak turun-turun panasnya, maka potensi perusakan alam akan sangat besar. Orang akan berusaha terus menerus untuk mencari yang baru, yang aneh dan yang dahsyat. Bakal lebih banyak punggung bukit sengaja dilongsorkan untuk dicari “akik dahsyatnya”, bakal lebih banyak perut bumi diaduk-aduk demi “akik anehnya”, dan yang lebih mengkhawatirkan akan lebih banyak orang terganggu jiwanya karena euforia yang terlanjur tertanam di alam bawah sadar ternyata tidak terpenuhi.

Ada fenomena alam lain yang mungkin akan segera menggantikan demam batu akik ini, yaitu gubal gaharu. Gubal gaharu awalnya juga mengakibatkan kerusakan alam khususnya hutan liar asli, karena gubal gaharu ini awalnya terdapat di hutan hutan perawan yang untuk memperolehnya terpaksa dengan merusak keaslian hutan. Gubal Gaharu alam nyaris punah, kemudian orang mulai membudidayakan tanaman gaharu secara modern, hanya saja gaharu tidak bisa instant seperti batu akik yang hanya bermodalkan linggispun orang akan mendapatkan apa yang diidamkannya. Pohon Gaharu perlu waktu minimal 7 tahun untuk bisa menghasilkan gubal, lima tahun untuk membesarkan pohon dan dua tahun diperlukan untuk proses pembentukan gubal.

Demam Batu Akik Akan Segera Digantikan Demam Gubal Gaharu

Gubal Gaharu lebih bersahabat dengan alam karena prosesnya harus menanam terlebih dahulu

Mengenai harga jual, kalau kita browse di internet maka harga gubal gaharu tidak kalah menarik dengan harga batu akik. Keunggulan gubal gaharu adalah ada end productnya berupa wewangian yang habis pakai, tidak seperti akik yang tidak habis pakai, habis pakainya akik terjadi kalau dicuri orang atau jatuh ke sungai.

Mari kita himbau supaya para penggila batu akik tetap bijaksana, jangan melongsorkan punggung bukit, jangan megaduk-aduk sungai, jangan melubangi tanah hanya untuk mencari batu akik, mari alam ini kita jadikan sahabat terbaik di kehidupan kita. Ada pilihan lain yang juga menarik yaitu gubal gaharu, sayangi alam kita dengan  menanami gaharu tanah-tanah gersang dan gundul, alam akan membalasnya dengan memberikan kita gubal gaharu.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *