Gaharu Akan Booming Setelah Batu Akik

Gaharu, adalah sejenis tanaman yang menghasilkan wewangian kelas satu yang awalnya diketemukan di hutan-hutan liar di Kalimantan, Sumatra dan Papua serta pulau-pulau lainnya. Anehnya wewangian itu muncul karena pohon gaharu ini mengeluarkan zat pertahanan diri karena tubuhnya diserang jamur. Mulanya pohon gaharu yang terluka lama-kelamaan akan mengeluarkan wewangian, luka itu bisa terjadi karena gesekan antar pohon, kena parang atau golok petani, disambar petir atau kena peluru nyasar. Atas luka tersebut biasanya dipakai sebagai pintu masuk oleh berbagai jamur untuk menginveksi tubuh pohon gaharu.

Gubal Gaharu-Harganya Bisa Ratusan Juta Per Kilogramnya Semahal batu Akik

Gubal Gaharu-Harganya Bisa Ratusan Juta Per Kilogramnya Semahal batu Akik

Manusia dengan kecerdikannya mempelajari fenomena alam ini kemudian mencobanya untuk memasukkan bibit-bibit penyakit yang rata-rata berupa bibit jamur ke dalam tubuh pohon gaharu. Nasi busuk, kotoran hewan, kotoran manusia diujicobakan untuk dimasukkan ke dalam batang gaharu. Inilah yang disebut inokulasi atau memasukkan bibit penyakit ke dalam batang gaharu dengan harapan batang gaharu melawan bibit penyakit yang masuk dengan mengeluarkan zat antibodi. Zat inilah yang sangat diharapkan manusia karena gaharu mengeluarkan wewangian kelas satu dengan harga yang menggiurkan.

Gaharu Sengaja Disakiti Denag Inokulasi Atau Memasukkan Bibit Penyakit Ke Dalam batang Pohon

Gaharu Sengaja Disakiti Dengan Inokulasi Atau Memasukkan Bibit Penyakit Ke Dalam batang Pohon

Gaharupada saatnya akan mengalami booming setelah anturium kemudian sekarang digantikan oleh batu-batu akik atau batu giok. Gaharu memerlukan proses penanaman yang akan membantu penghijauan alam, sedangkan batu akik sagat berpotensi akan mesusak alam. Sekarang ini perut bumi pasti akan diaduk-aduk demi sebongkah batu yang diharapkan akan merubah nasib.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *