GAHARU RELA MATI DEMI KESEJAHTERAAN MANUSIA

GAHARU RELA MATI DEMI KESEJAHTERAAN MANUSIA

GAHARUMATI

GAHARUMATI

Seperti kita ketahui bersama bahwa pohon gaharu harus diberi zat siksa supaya mau menghasilkan gubal, factor keserakahan manusia yang manusiawi muncul di sini. Manusia ingin hasil yang sebanyak-banyaknya. Maka dijejalkannya zat siksa sebanyak-banyaknya pula supaya pohon gaharu menghasilkan gubal segera. Pemberian zat siksa yang berlebihan menimbulkan rasa ketidakadilan, seharusnya manusia bekerja sama erat dengan pohon ini. Pohon tetap menghasilkan gubal gaharu tetapi tetap hidup adalah sesuatu yang ideal, tetapi sesuatu yang ideal itu jarang terjadi atau mustahil.

Manusia dengan kejam menggelontorkan sat siksa yang kita kenal dengan nama inokulan, pemberian zat siksa popular dinamakan inokulasi. Pohon gaharu sudah persis menjadi ayam potong, menetas, hidup kemudian “dibunuh”. Pembunuhan gaharu dilakukan pelan-pelan karena zat siksa itu harus bekerja supaya pohon gaharu tersiksa tetapi tidak mati. Ini bedanya dengan ayam potong yang mati seketika setelah dipotong. Pohon gaharu harus menderita selama bertahun-tahun untuk melawan penyakit yang sengaja dimasukkan oleh manusia, semakin keras penderitaannya dan bertahan hidup maka manusia semakin senang.

Zat siksa itu harus dilawan, perlawanan membuahkan perubahan warna dan kontur batang, lokasi-lokasi tempat perlawanan tu sebenarnya mati pelan-pelan karena serat-serat kayu itu berubah menjadi zat hitam yang dinamai gubal. Sari-sari akanan tidak bisa lewat lagi. Pohon gaharu rela mati demi kesejahteraan manusia.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *