Hewanpun Ikut Meramaikan Politik Indonesia

Ketika Binatang Ikut Berpolitik

Ketika Binatang Ikut Berpolitik

Geli melihat Oom pasikom di Kompas Sabtu 14 Februari 2015, margasatwa politik telah memasukkan berbagai binatang untuk ikut meramaikan dunia politik Indonesia. Cicak dan buaya terkenal pada zamannya Susno Duaji. Tikus lambang korupsi, ular lambang politik busuk sama dengan musang yang berbulu domba, masih belum jelas ada gambar komodo di sana, padahal komodo itu binatang yang dilindungi dari kepunahan.

Ooh teringat saya, komodo vs buaya mungkin cocok melambangkan KPK dan Polri yang sedang berseteru. Saling menterdakwakan, kita ingat ketika BG dicalonkan menjadi Kapolri, mendadak sontak KPK menterdakwakan BG, pantun berbalas ketika BW juga langsung ditangkap, diborgol dan diterdakwakan oleh Polri.

Rakyat menonton dengan penuh was was, sambil menerka nerka apa yang bakal terjadi atas aib yang dipertontonkan dengan amat sangat vulgar ini. Dunia mungkin juga ikut bertepuk tangan atas pertarungan buaya versus komodo.

Kita cuma berharap semoga pemerintahan baru cepat tanggap, tidak membiarkan keadaan menjadi berlarut-larut dan diharapkan selesai dengan sendirinya, ya kita punya pemimpin yang makmur terjamin, jangan sampai membiarkan rakyat menjadi lebih miskin karena ulah beberapa pemimpin yang miskin hati.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *