Inilah Cara Diet Sehat Baik dan Tepat Serta Mudah

Ketika usia manusia menginjak sekitar 30-35 tahun, secara alamiah kemampuan metabolisme tubuh mengalami penurunan. Kita saksikan eksekutif muda yang baru saja menikah dan memiliki karir baik di tempat kerja biasanya dibarengi dengan kemajuan juga dalam hal perut, alias perut mulai membuncit. Fenomena ini mungkin didukung oleh pola makan yang tadinya terbatas sewaktu mahasiswa, dan kemudian merasa bisa makan apa saja setelah bekerja, bisa membeli apa saja setelah bekerja, sementara di sisi lain kemampuan metabolisme tubuh mulai melemah. Mulailah baju tidak muat, clana harus digeser kancingnya,  mudah lelah, gampang ngantuk dan lain-lainnya.

Pada umumnya, orang menderita obesitas atau kegemukan setelah mendapat tegoran dari teman-teman :”He, apa khabar, kok sekarang gemuk banget, susunya cocok ya?”. Gurauan-gurauan semacam itu sering dilontarkan oleh teman atau saudara yang jarang ketemu, mereka melihat perubahan perkembangan badan kita yang tadinya biasa-biasa saja menjadi mulai tembem pipinya, mulai muncul kantung di leher dan sebagainya. Teman dan saudara yang setiap hari ketemu biasanya acuh tak acuh atas perubahan fisik kita, mungkin karena kegemukan itu bukan datang tiba-tiba tetapi melalui proses yang panjang.

Ketika obesitas sudah diderita, maka mulailah kita bingung untuk mengatasinya, berbagai macam obat pelangsing yang gencar ditawarkan di berbagai media rajin kita konsumsi. Hasilnya? Biasanya kita malah tambah gendut, dan sampai suatu saat pasrah :”Ya wis, gendut gak apa apa, rapopo”. Kegagalan mengatasi obesitas kebanyakan disebabkan oleh kurangnya : niat utntuk urus dan pengendalian nafsu makan. Meskipun dalam program diet, kalau sedang menghadiri hajatan, malam hari di atas pukul 20.00 pun ada kambing guling juga dikerjakan, ada sop iga juga dimasukkan ke perut, nasi goreng lezat juga  disia-siakan. Minum minuman manis juga dilakukan, bahkan sepulang dari resepsi sampai rumah masih menenggak segelas es teh manis. Ooo ini makin membuat badan kita akan semakin berbobot tidak terkendali.

Untuk yang malas berdiet dan tidak bisa mengendalikan nafsu makan padahal perut mulai membuncit mungkin hal sederhana ini patut dilakukan. Ada 3 G di dunia ini yang seharusnya menjadi musuh bersama para genduter, atau para penderita obesitas. Goreng, Garam, Gula atau 3 G harus kita hindari atau paling tidak kita kendalikan sesedikit mungkin masuk ke tubuh kita. Unsur 3 G inilah yang membuat makanan menjadi sangat lezat dan membuat mulut kita ketagihan. Dapat kita bayangkan kalau makanan tanpa garam, dapat kita bayangkan bagaimana rasa makanan yang semuanya direbus, dapat juga kita bayangkan bagaimana rasa makanan yang tidak diberi gula. Pasti makanan itu tidak akan menimbulkan nafsu makan. Jika istri kita masak dengan tanpa unsur 3 G maka dapat dipastikan kita tidak akan lahap, pasti kita beroikiran untuk segera keluar mencari alternatif makanan yang lebih lezat. Makanan-makanan yang kita dapat di warung makan atau restoran, unsur 3 G ini pastilah sangat kental, karena kalau tidak mengandung Goreng, Gula dan Garam maka warung terancan dijauhi konsumen.

Goreng konotasinya adalah minyak dan lemak. Coba sekali-sekali ambil tissue lalu kita pakai untuk menekan-nekan gorengan yang kita santap setiap pagi, tissue itu akan basah oleh minyak. Itulah yang kita tabung setiap hari di dalam tubuh kita. Apalagi kita tidak pernah tahu kualitas minyak yang dipakai oleh tukang gorengan di jalanan itu. Bisa saja itu minyak bekas pakai dari restoran besar yang diproses untuk dijernihkan. Minyak itu masih bisa menjalankan fungsinya untuk membuat makanan matang dan gurih, tetapi minyak itu ibarat kata tinggal sisa-sisa yang sudah tidak bisa dicerna oleh system pencernaan kita. Jadilah tubuh kita menjadi bak sampah untuk menyimpan benda-benda yang seharusnya dimusnahkan.

Garam. Kalau kita makan rujak buah, akan nikmat sekali jika buah itu kita cocolkan ke tumpukan garam, padahal kemampuan tubuh kita ada batasnya untuk menyerap garam yang masuk. Juga makanan-makanan yang kurang garam akan cenderung kita katakan hambar dan membuat kita berpaling muka untuk mencari makanan yang asinnya cukup.

Gula. Tubuh kita hanya memerlukan 20 gramgula sehari, lebih dari itu gula yang masuk akan disimpan di berbagai sudut tubuh kita, maksudnya sih buat cadangan energi ketika tubuh kita membutuhkan. Tetapi bagi orang gendut sensor lapar adalah sangat kuat, bunyinya lebih nyring dan getarannya lebih kuat dibandingkan senor hidup sehat.

Inilah Cara Diet Sehat Baik dan Tepat Serta Mudah, cukup menghindari atau mengendalikan  3 G, Goreng Gula dan Garam.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *