Madrid Dukung Mitos, Juventus Coba Melawan Mitos

Madrid Dukung Mitos, Juventus Coba Melawan Mitos – Kemenangan 1-0 Madrid atas Si Nyonya Tua sebenarnya sudah cukup mengantarkannya ke final utuk menantang Catalan. Dukungan supporter tuan rumah tidak cukup menahan tendangan Alvaro Morata, Casillas mungkin sambil mengumpat dalam hati :”Sialan Alvaro Morata tidak tahu diri, dididik susah-susah malah menusuk dari depan, semata-mata lagi”. Tembakan Morata memang dilakukan dari jarak dekat dan sangat sulit untuk ditahan, meski Morata tidak melakukan selebrasi setelahnya, tetapi goal itu menegaskan bahwa di Liga Champion tidak ada tim yang mampu mempertahankan trophy kuping lebar.  Juve memastikan lolos ke final melawan Barcelona di Olympiastadion, Berlin, pada 6 Juni 2015.

Madrid Dukung Mitos, Juventus Coba Melawan Mitos

Madrid Dukung Mitos, Juventus Coba Melawan Mitos

Giliran Juventus, yang sebenarnya kurang diperhitungkan akan menantang Barcelona untuk mencoba melawan mitos : jika ingin juara Liga Champion maka jungkalkan Barcelona di semifinal, jika tidak bisa dijungkalkan di semifinal maka Barcelona akan mengangkat trophy itu. Bayern Muenchen ternyata tidak bisa membuat keajaiban dengan memukul Barcelona 4 gol tanpa balas, bahkan nyaris dipermalukan ketika sempat kalah 2-1 akibat 2 gol Neymar, meski akhirnya menang 3-2 itu hanya sedikit menghibur, keluar dari lapangan membuat para pemain agak sedikit tegak kepalanya.

Juventus patut bersyukur dan terima kasih kepada Real Madrid karena sudah mendidik Alvaro Morata menjadi pembunuh berdarah dingin, bahkan dengan tenang mau juga membunuh teman-temannya sendiri. Susah mendapat tempat di Real Madrid karena harus bersaing dengan Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo memaksanya hengkang ke Juventus tahun lalu, dan Morata membuktikannya bahwa ia mampu membuat gol-gol penting yang sangat menentukan. Carlo Ancelotti mungkin menyesal karena telah membuat Morata pergi, tetapi penyesalan biasanya tidak berguna karena semuanya sudah terlanjur terjadi. Real madrid adalah tim terkaya di dunia dan paling demen gonta-ganti entrenador, dan atas kegagalan semifinal Liga Champion dan kemungkinan juga gagal di Liga BBVA, kursi Carlo Anceloti mulai banyak digerogoti rayap, bukan tidak mungkin ini memaksanya pulang kampung untuk kembali ke AC Milan yang merindukannya.

Kembali ke final Liga Champion 2015, Juve memastikan tantang Barcelona di Olympiastadion, Berlin, pada 6 Juni 2015. Juventus tentu saja menjadi underdog di pertandingan itu menilik keperkasaan tim catalan yang dengan trio mautnya menjadi tim yang paling ditakuti saat ini. Juventus mencoba melawan mitos, tetapi bukan mitos semata-mata karena memang barcelona saat ini menjelma menjadi tim terkuat di dunia.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *