Menghitung Penghasilan Pemilik Akun @tataa_chubby

Menghitung Penghasilan Pemilik Akun @tataa_chubby –  “Include room, Rp 350 ribu per jam,” demikian informasi harga yang dicantumkan pada akun @tataa_chubby jika ingin bermain dengan pemilik akun. Akun itu memiliki 43.000 follower, jika setengahnya laki-laki maka ketemu angka 21.500 follower, jika 1 %nya berhidung belang maka akan ketemu 215 pelanggan.

Jika 215 pria belang hidung ini 2 bulan sekali menggunakan jasa pemilik akun @tataa_chubby maka akan ada minimal 100 pelanggan yang datang bergantian setiap bulan, jika masing-masing berdurasi rata-rata 2 jam maka omzet pemilik akun @tata_chubby adalah 100 x Rp 350.000 x 2 = Rp 70.000.000 per bulan. Jika dikurangi dengan biaya overhead antara lain uang kost, kontrol dokter, obat stamina, lipstick, pulsa dlsb Rp 10.000.000 per bulan maka masih dapat penghasilan bersih Rp 60.000.000,- per bulan. Yah ini tentunya assumsi yang bisa salah dalam menghitung penghasilan pemilik akun @tataa_chubby.

Penghasilan Rp 60 juta per bulan itu masih bisa bertambah jika ternyata animo para pria belang hidung menigkat, dan juga tarif bisa ditingkatkan. Dan follower akun @tataa_chubby pasti akan dengan sangat cepat bertambah dari hari ke hari.

Menghitung Penghasilan Pemilik Akun @tataa-chubby

Tataa Chubby, kebanyakan poto yang beredar adalah selfie, mungkin dia tidak punya teman untuk seedar ambil photo

Kita mejadi kurang paham dan sama sekali tidak membayangkan, bagaimana rumah kost yang cukup terbuka dengan kamar yang berderet, salah satunya dipergunakan untuk buka praktek, lalu semuanya cuek bebek. Apakah kondisi masyarakat kita sudah demikian rapuh, apakah kondisi sosial masyarakat kita sudah tdak peduli dengan apa yang dilakukan oleh teman sebelah. Lalu juga apakah pemilik kost  sama sekali tidak mengetahui bahwa penghuninya ada yang buka praktek, padahal itu sangat membahayakan pemilik kost.

Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa cari makan dengan cara menjual diri itu mudah dan penghasilannya besar, bukan, tulisan ini justru mengajak kita semua untuk mawas diri, apakah bangsa ini sudah kehilangan kontrol sosial yang sering kita bangga-banggakan itu.

Bisanya kalau sudah jatuh korban seperti terbunuhnya pemilik akun @tataa_chubby ini kita baru tersentak, aparat pemerintah kebakaran jenggot ingin menegakkan aturan dengan menggelar rasia dan sebagainya. Kota metropolitan seperti  Jakarta telah menarik semua orang untuk menceburkan diri dan menikmatinya, ada yang bermodal skill, ada yang bermodal kepandaian, ada yang bermodal finansial tetapi lebih banyak yang bondo nekat tanpa modal apapun datang ke Jakarta, akhirnya inilah salah satu kasus yang ditimbulkan oleh magnet gemerlapnya kota besar.

Kita sayangkan pemilik akun @tataa_chubby yang buka praktek langsung di kamarnya, tanpa menghitung resiko. Kemungkinan terbesar adalah pemilik akun itu datang dari kampung berbekal pengetahuan sangat minim, lugu dan polos.  Kita jadi ingat lagunya Titik Puspa  Kupu Kupu Malam :

Ada yang benci dirinya
Ada yang butuh dirinya
Ada yang berlutut menyintanya
Ada pula yang kejam menyiksa dirinya

Ini hidup wanita si kupu-kupu malam
Bekerja bertaruh seluruh jiwa raga
Bibir senyum kata halus merayu memanja
Kepada setiap mereka yang datang

Dosa-kah yang dia kerjakan
Suci-kah mereka yang datang
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis didalam senyuman

Oh oh apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu Tuhan penyayang umatnya
Oh oh apa yang terjadi terjadilah
Yang dia tahu hanyalah menyambung nyawa

Semoga pemilik akun @tataa-chubby mendapatkan pengampunan dari Tuhan.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *