Naik Angkot Itu Memang Menjengkelkan Manusia

Mobil saya suatu saat ketiban kelapa kering di daerah Ragunan, karena ada kaca filmnya maka kaca stemperd itu tidak hancur berantakan. Minta informasi ke asuransi, ternyata bengkel terdekat berada di Jl. Ki Hajar Dewantara Ciputat. langsung terbayang bagaimana cara melewati Pasar Ciputat yang konon menjadi daerah tak bertuan itu. Karena tidak ada pilihan lain maka terpaksa mobil diantar ke bengkel yang terletak di tengah kemacetan itu, proses administrasi selesai, photo-photo, tanda tangan, pernyataan segala macam, intinya mobil ditinggal dibengkel, katanya paling cepat 14 hari kerja baru selesai karena kaca mobil merupakan sparepart yang tidak ready. Pada saat klaim sekalian bemper belakang dilaporkan juga tertabrak motor ketika rem mendadak karena kaca ketiban kelapa.

Naik Angkot Menderita , Sopir Bisa Ngetem Sambil Mengisap Satu Batang Rokok

Naik Angkot Menderita , Sopir Bisa Ngetem Sambil Mengisap Satu Batang Rokok

Dua minggu kemudian, pihak bengkel mengabarkan bahwa mobil sudah selesai. Naiklah angkot untuk menuju ke bengkel itu, saya hitung harus ganti 4 kali angkot untuk sampai ke sana, singkat kata sudah sampai bengkel. Saya terkejut karena bemper belakang masih utuh belum dikerjakan, terpaksa pulang lagi dan naik angkot lagi. Inilah naik angkot yang paling menyebalkan. Bengkel-Pasar Ciputat lancar, hanya mobil ajrut-ajrutan, di pasar Ciputat langsung dapat ganti angkot, sesampai di pasar Jum’at angkot ngetem sampai abang sopirnya habis satu batang rokok. Belum selesai di situ di perempatan Kebayoran Lama ternyata angkot masih ngetem lagi sambil terus menerus membunyikan klakson. Hemmm. Mungkin coba sekali-sekali para penentu kebijakan naik angkotlah, jangan cuma menyarankan orang lain naik angkot. Parah. Bener.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *