Agustinus Akui Bunuh Angeline, Mungkinkah Ia Hanya Ekeskutor?

Agustinus Akui Bunuh Angeline, Mungkinkah Ia Hanya Ekeskutor? – Angeline yang dilaporkan hilang oleh Margaretha ibu angkatnya pada tanggal 16 Mei yang lalu ternyata mati dibunuh, jasadnya ditemukan sudah dikubur  di pekarangan milik Margaretha. Setelah diotopsi, Angeline diperkirakan dibunuh sekitar 3 minggu yang lalu, di depan penyidik, Agustinus pembantu Margaretha mengakui sebagai pembunuh Angeline. Mungkinkah ini sebuah konspirasi, Agustinus hanya eksekutor lalu ada pembunuh sebenarnya yang masih belum mengaku?

Agustinus Akui Bunuh Angeline, Mungkinkah Ia Hanya Ekeskutor?

Agustinus Akui Bunuh Angeline, Mungkinkah Ia Hanya Ekeskutor?

Angeline adalah anak ketga pasangan Halimah dan Ahmad Rosyidi, tetangga Margaretha yang kesulitan ekonomi, bahkan untuk menebus biaya persalinanpun pasangan itu tidak mampu. Oleh karenanya Margaretha sebagai tetangga seolah-olah bertindak sebagai malaikat penyelamat, mengadopsi Angeline. Harapan Halimah dan Achmad Rosyid tentu supaya Angeline mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Ternyata harapan Halimah dan Achmad Rosyid jauh panggang dari api, Angeline tidak mendapatkan kebahagiaan, Margaretha memperlakukan Angeline seperti ibu tiri dalam film-film. Angeline diperlakukan tidak sebagaimana mestinya, Angeline dipaksa kerja keras memelihara ternak iu angkatnya, suatu pekerjaan yang sepatutnya dilakukan oleh orang dewasa. Perlakuan tidak patut oleh ibu angkatnya sebenarnya sudah diketahui sejak lama oleh teman-teman sekolah Angeline, bahkan ibu guru Angeline setiap hari harus memandikan Angeline yang mungkin tidak sempat mandi karena waktunya habis untuk memberi makan ternak ibu angkatnya.

Menyimak pemberitaan kondisi keluarga Margaretha pasca hilangnya Angeline, kita patut menduga-duga bahwa keluarga ini termasuk keluarga kacau. Angeline mati mengenaskan, Halimah dan Abdulrosyid pasti sangat menyesal memberikan anak ketiganya kepada Margaretha, nasi sudah menjadi bubur. Semoga polisi segera bisa mengungkap pembunuh Angeline sebenarnya, apakah Agustinus pelaku tunggal, ataukah ada aktor intelektual di belakang pembunuhan itu.

Cukup Penderitaan Angeline, Disia-siakan Ibu Angkat, Dan Akhirnya Dibunuh

Cukup Penderitaan Angeline, Disia-siakan Ibu Angkat, Dan Akhirnya Dibunuh – Ya cukup sudah penderitaan Angeline, setelah “disiksa” secara fisik oleh ibu angkatnya, Angelinepun ternyata menerima kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pembantu ibu angkatnya, dan kemungkinan besar orang itu pula yang membunuh Angeline untuk menghilangkan jejak.

Cukup Penderitaan Angeline, Disia-siakan Ibu Angkat, Dan Akhirnya Dibunuh

Cukup Penderitaan Angeline, Disia-siakan Ibu Angkat, Dan Akhirnya Dibunuh

Bocah perempuan mungil dan cantik berumur 8 tahun ini hidupnya sungguh penuh derita, karena alasan ekonomi ia diadopsi oleh Margaretha Megawe. Ternyata Margaretha memperlakukan Angeline tidak selayaknya orang tua memperlakukan anak, Angeline yang seharusnya sedang senang-senangnya bermain dan bersekolah ternyata dibebani pekerjaan yang seharusya dilakukan oleh orang dewasa. Memberi pakan ternak ayam dan binatang lain yang dipelihara ibu angkatnya menjadi tanggungjawabnya. Bocah ini sampai tidak sempat mandi kalau pergi ke sekolah, ibu gurunya setiap hari harus memandikan dan mengkramasi rambutnya, Angeline juga menjelma menjadi anak pendiam menunjukkan bahwa ia dalam tekanan luar biasa.

Tanggal 16 Mei adalah tanggal dimana Margaretha mengumumkan kehilangan Angeline anak angkatnya, hebohlah Bali, hebohlah netizen. Dalam penyelidikan polisi terkuak bahwa ada banyak hal tidak normal dialami oleh Angeline. Hidup di rumah yang kotor karena campur baur dengan binatang peliharaan, menerima perlakuan kasar jika tidak melaksanakan pekerjaan yang dibebankan, terakhir ternyata lebih memedihkan hati : Angeline telah menerima kekerasan seksual yang dilakukan oleh pembantu rumah tangga ibu angkatnya.

Dalam berbagai pemberitaan ibu angkat ini memang sudah menimbulkan kecurigaan karena kurang kooperatif dengan pihak kepolisian, misalnya melarang polisi untuk memasuki suatu ruangan dan menunjukkan temperamen yang cukup tinggi.

Penderitaan Angeline berakhir sudah, pada tanggal 9 Juni ia ditemukan sudah dikubur di bawah poon pisang di pekarangan belakang milik ibu angkatnya. Dugaan sementara kemungkinan besar Angeline dibunuh oleh Agustinus, pembantu rumah tangga Margaretha yang konon mengaku sudah beberapa kali melakukan kekerasan seksual atas Angeline.

Cukup sudah penderitaan Angeline, Tuhan mengambilnya dengan cara yang tidak lazim, tinggal polisi yang semoga dengan kerja kerasnya segera bisa mengungkap kasus yang sangat memilukan ini. Hukuman berat layak diberikan kepada pembunuh gadis mungil bernama Angeline ini.

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya, Fenomena batu akik memang luar biasa, di sudut-sudut kampung meskipun sudah dini hari, masih ada orang-orang berkerumun, batu itu ditrawang, disenter dan diamati. Tembus, sudah kristal, melebar, baru pinggirnya dan sebagainya adalah kata-kata yang paling banyak keluar dari mulut para penggila batu akik. Rawa Bening menjadi pusat segala macam batu dari yang sampah sampai yang ratusan juta, batu jenis apapun dibawa ke pasar ini, mungkin sebentar lagi dengan daya magisnya batu akik itu bisa menenggelamkan Jakarta dan dimulai dari Rawa Bening.

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya

Akik Bisa Menenggelamkan Jakarta, Rawa Bening Penyebabnya

Dulu Pasar Rawa Bening adalah pasar yang sangat sepi, tetapi ketika akik menyihir sedemikian banyak orang maka sekarang kita mau masuk parkir saja sangatlah sulit, dan di area parkir berjejer mobil-mobil mewah, sebagian mungkin milik juragan akik yang berdagang, tetapi sebagian besar mobil mewh itu adalah milik pengunjung. Membuktikan bahwa penggemar akik sangatlah beragam, dari yang dekil-dekil sampai yang bersih-bersih, dari tukang gali sampai boss-boss besar.

Di seberang Stasiun Jatinegara, lihat trotoanya dipenuhi pedagang akik, baik bahan maupun akik jadi. Harganya beragam dari Rp 10.000 sampai Rp 5.000.000,-. Situasinya memang sangatlah semrawut, tetapi pihak pemda rupanya memberikan kelonggaran yang luar biasa memberikan kesempatan orang-orang yang datang dari tempat jauh untuk mengadu nasib di sini. Rawa Bening menjadi pusat akik terbesar mungkin di dunia, seluruh gang gang yang mengelilingi Pasar rawa Bening juga dipenuhi suara berdenging menandakan orang sedang mengasah batu akik. Ratusan bahkan mungkin ribuan pengasah batu akik menangguk rejeki di tempat ini.

Semoga fenomena batu akik ini bertahan cukup lama, supaya memberikan harapan bagi rakyat kecil dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu ini. Kalaupun Jakarta tenggelam, penyebabnya bukan karena bendung Katulampa, tetapi penyebabnya adalah bebatuan yang dengan daya magisnya berbondong bondong kompak membanjiri Rawa Bening.

RA : TM Pernah Minta Pekerjaan, Konon TM Itu Tyas Mirasih

RA : TM Pernah Minta Pekerjaan, Konon TM Itu Tyas Mirasih – Meskipun alat cyber yang dimiliki polisi masih kurang canggih-canggih amat, namun toh rekaman komunikasi antara RA dan TM bisa didapatkan oleh polisi. RA adalah mucikari online yang memasarkan dagangannya berupa kebanyakan artis dengan tarip puluhan juta bahkan sampai 200 juta sekali service. TM, pengakuan RA adalah salah satu artis terkenal yang pernah minta pekerjaan kepada RA, pekerjaan di sini lebih tepat ditulis dengan “pekerjaan”. TM sudah dipanggil polisi untuk melengkapi pemberkasan perkara yang menyangkut RA, TM membantah keras atas keterlibatannya dalam bisnis RA.

RA : TM Pernah Minta Pekerjaan, Konon TM Itu Tyas Mirasih

RA : TM Pernah Minta Pekerjaan, Konon TM Itu Tyas Mirasih

Polisi sih mungkin senyum-senyum saja atas bantahan artis-artis, bukti rekaman komunikasi BBM sudah di kantong. Paling-paling para artis itu sekarang sudah membuang PIN BB dan menggantinya dengan PIN baru, ini dilakukan untuk memudahkan membuat alibi ketika dipanggil pihak kepolisian.  Kasus ini pasti membuat banyak pejabat penting dan para pebisnis, karena hanya pejabat dan pebisnis yang bisa mengeluarkan dengan mudah dana puluhan juta demi mendapatkan cinta sesaat dari para artis. Jika uang itu didapatkan dari cara halal, maka orang akan berpikir ribuan kali untuk membeli cinta sesaat.

Apakah di negeri ini banyak ksatria yang mau mengakui kesalahannya? Nyaris tidak ada, dalam dunia korupsi yang sangat mengerikan itu, tidak pernah ada pejabat korupsi yang mengakui kesalahannya, pasti berdalih dikorbankan atau dijerumuskan oleh pihak lain. Di dunia prostitusi apalagi, siapa sih yang mau ketahuan bahwa dirinya pelacur? Pasti tidak ada yang mau, semua pasti ingin memnyembunyikan sisi hitamnya, tetapi pamer sisi gemerlapnya.

Perlu diketahui konon RA itu adalah Robby Abbas, seorang pemake up artis yang alih profesi menjadi mucikari, dan TM konon adalah Tyas Mirasih.

KPK Kalah Lagi Sidang Pra Peradilan, Semena-menakah KPK Selama Ini

KPK Kalah Lagi Sidang Pra Peradilan, Semena-menakah KPK Selama Ini – Hadi Purnomo mantan Dirjen Pajak memenangkan gugatannya di sidang pra peradilan, sebelumnya Komjen Budi Gunawan dan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin juga memenagkan gugatan di sidang serupa meski dengan alasan berbeda. Jadi semena-menakah selama ini KPK?

KPK Kalah Lagi Sidang Pra Peradilan, Semena-menakah KPK Selama Ini

KPK Kalah Lagi Sidang Pra Peradilan, Semena-menakah KPK Selama Ini

Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dengan rekening gendut polisi, Komjen Budi Gunawan dianggap sebagai pejabat negara yang menggendutkan rekeningnya, ternyata Hakim Sarpin mementahkannya, Komjen Budi Gunawan bukanlah pejabat negara. menurut Sarpin pejabat negara adalah pada lembaga tertinggi negara, menteri, gubernur, hakim, pejabat negara yang lain yang sesuai dengan peraturan UU, dan pejabat yang punya fungsi strategis sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jadi sangatlah jelas termohon bukanlah obyek KPK, KPK dikalahkan Komjen Budi Gunawan.

Ilham Arief Sirajuddin mantan wali kota Makasar ditetapkan tersangka oleh KPK sejak 7 Mei 2014. Ilham tersangkut-sangkut dugaan korupsi dalam proyek kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012. Hakim Yuningtyas Upiek memenagkan gugatan mantan wali kota karena ada beberapa hal yang tidak syah dalam proses penetapannya sebagai tersangka. Hakim Upiek menilai bahwa KPK tidak bisa menunjukkan dua alat bukti saat mentersangkakan Ilham dalam kasus korupsi PDAM.

Hadi Purnomo mantan Dirjen Pajak melengkapi 3 kekalahan KPK di sidang pra peradilan penetapan tersangka. Hakim Haswandi mempermasalahkan keabsahan para penyidik dan penyelidik Hadi Purnomo. Haswandi  beranggapan penyidik KPK harus berstatus penyidik sebelum diangkat atau diberhentikan oleh KPK. Namun dia mengatakan jika ada 11 penyelidik dan penyidik KPK yang telah pensiun atau berhenti dari instansi Polri atau Kejaksaan yang membuat status penyidik yang mereka sandang lepas dengan sendirinya.

Jelas tiga kekalahan KPK ini telah memberikan inspirasi hukum, semakin banyak celah untuk menghindar dari status tersangka. kesimpulan apa yang bisa kita ambil dari ketiga kasus di atas. Apakah selama ini KPK semena-mena dan ceroboh, mentang mentang sebagai supuer body, atau di negeri ini hukumnya masih banyak lubang-lubang yang dengan mudah dimanfaatkan oleh para koruptor. Orang awam hanya bingung saja. KPK Kalah Lagi Sidang Pra Peradilan, Semena-menakah KPK Selama Ini.

 

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari – Sabtu 16 Mei 2015 adalah hari terakhir Angeline bocah 8 tahun anak asuh Margaretha terlihat di rumah Jalan Sedap Malam Denpasar. Hari itu Angeline masih bermain dengan kakaknya di halaman, namun sesaat kemudian menghilang dan sampai saat ini Rabu 27 Mei 2015belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan Kepala Polda Bali Irjen Ronny F Sompie, Angeline dijadikan anak angkat Margaretha sejak umur tiga hari. Margaretha mempunyai dua anak kandung, yaitu anak pertama bernama Ivon dan anak kedua tinggal di Amerika Serikat.

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari

Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari

Usaha untuk mencari bocah hilang ini dilakukan dengan berbagai cara, termasuk minta bantuan paranormal. Beritanya menghebohkan Bali sehingga media maupun publik tersita perhatiannya atas peristiwa hilangnya bocah ini.

Dalam berbagai pemberitaan lanjutan, terkuak bahwa bocah ini “disia-siakan” oleh orang tua angkatnya. Bayangkan anak seusia 8 tahun harus membantu orang tua angkatnya memberi makan ternak sebelum berangkat sekolah, ternak ayam seratusan ekor dan beberapa anjing serta kucing menjadi beban Angeline untuk merawatnya memberi makan. Tempat Angeline tinggalpun tidak layak karena dikelilingi oleh binatang peliharaan, kotor, bau dan pengap pasti menjadi ciri khas tempat tinggal yang menyatu dengan binatang.

Karena beratnya tanggungjawab yang harus dipikul Angeline, maka tidak jarang selalu terlambat tiba di sekolah, karena beratnya tanggungjawab yang bukan semestinya Angeline menjadi pendiam, sangat berbeda dengan teman kelasnya yang ceria. Wali kelas Angeline menceritakan bahwa  teman-teman sekelas memprotes keberadaan Angeline yang kotor dan bau. maka dengan kasih sayang yang besar sang wali kelaspun setiap hari memandikannya supaya kehadirannya bisa diterima teman-teman. Tetapi situasi seperti ini pasti menimbulkan suasana yang kurang nyaman, teman-teman pasti meledek Angeline karena pergi sekolah tidak mandi terlebih dulu.

Sekarang Margaretha bingung ketika Angeline menghilang, semoga Angeline diculik oleh orang yang tidak terima atas perlakuan yang tidak wajar terhadap anak seusia 8 tahun. Orangtua asuh seperti Margaretha harusnya juga mendapatkan hukuman, hak asuhnya harusnya dicabut. Angeline Hilang, Meski Disia-sia, Ibunya Bingung Mencari.

Ridwan Kamil Hukum Pria Hidung Belang, Alat Kejahatan Disita Untuk Negara

Ridwan Kamil Hukum Pria Hidung Belang, Alat Kejahatan Disita Untuk Negara – Wali Kota bandung sedang menyiapkan hukuman bagi pria-pria yang hdungnya belang. Ingat bisnis itu merebak jika demand atau permintaan tinggi, jika demand tidak ada otomatis supply penyedia jasa esek-esek akan beralih ke bisnis lain. Supply and Demand ketemu di satu titik kita namakan saja pasar, ya pasar itu bernama Pasar Kembang di Jogya, Saritem di Bandung  dan Gang Dolly di Surabaya yang sudah “bubar”. Dan ini bukan lingkaran setan, jika demand itu diputus maka prostitusi akan jauh berkurang, hukumannya gampang : alat kejahatan disita untuk negara.

Ridwan Kamil Hukum Pria Hidung Belang, Alat Kejahatan Disita Untuk Negara

Ridwan Kamil Hukum Pria Hidung Belang, Alat Kejahatan Disita Untuk Negara

Swedia menerapkan hukuman hukuman denda bagi pria belang hidung, wanita penyedia jasa tidak mendapatkan hukuman sama sekali. Jelas, pemerintah beranggapan bahwa prostitusi bermula dari para pria yang hidungnya belang, demandnya dimulai dari para pria itu kemudian wanita-wanita menanggapinya dengan menyediakan jasanya. Swedia telah menerapkan aturan denda ini sejak tahun 1999, dampaknya kasus prostitusi jauh berkurang, dan sikap masyarakat terhadap prostitusi menjadi berubah, bahwa ini bukan lingkaran setan yang sulit diputus. berkat aturan ini Sweadia telah memangkas 50 % perdagangan prostitusi, tetapi ada fenomena menarik karena prostitusi beralih ke dunia yang lebih canggih, mereka para pebisnis ini mengalihkan pasarnya dengan menggunakan jasa internet.

Melihat hasil positive Swedia, perancis kemudian mengadopsi aturan itu, pria belang hidung yang kedapatan menggunakan jasa PSK didenda sekitar Rp 25 juta. Sama dengan Swedia, Perancis juga tidak menjatuhkan hukuman terhadap wanita PSK.

Sekilas terlihat bahwa hukuman denda terhadap laki-laki pengguna jasa PSK hanya mengurangi 50 % bisnis prostitusi di Swedia, kemungkinan di Perancispun angka penurunannya akan mirip-mirip. Usulan hukuman tambahan mungkin diperlukan yaitu : alat kejahatan disita untuk negara, bisa dicoba di Bandung kemudian Indonesia.

 

Mendadak Gila, Orang Tua Telantarkan Anak Sedang Ngelawak

Mendadak Gila, Orang Tua Telantarkan Anak Sedang Ngelawak – menelantarkan anak, mengkonsumsi narkoba, ditangkap polisi, lalu bertingkah seperti orang gila, kompak suami istri lagi, adalah skenario untuk lepas dari jeratan hukum. T dan N sedang ngelawak di depan Bangsa Indonesia, tetapi lawakannya sepertinya tidak lucu, konyol, sepatu dan sandal kemungkinan akan dilemparkan ke panggung oleh para penonton yang tidak bisa menahan emosi.

Mendadak Gila, Orang Tua Telantarkan Anak Sedang Ngelawak

Mendadak Gila, Orang Tua Telantarkan Anak Sedang Ngelawak

Cibubur, perumahan Grand Citra ikut disebut-sebut gara-gara salah satu penghuninya tega menyuruh anaknya tidak boleh masuk ke rumah dalam waktu satu bulan. Tetangga yang tidak tahan melihat perilaku orang tua konyol, dan iba kepada anak-anak yang belum punya dosa itu melaporkannya kepada polisi. Ketika diwawancara wartawan televisi ayah korban dengan enteng memutarbalikkan fakta, menuduh justru para tetangga yang menculik anaknya, tetangga itu bahkan Ketua RTnya sendiri.

“Jayalah Majapahit” diucapkannya sesaat sebelum diwawancara wartawan seusai diperiksa polisi, sang istri juga mengaku mengenal baik mantan Presiden SBY dan Kapolri Badrodin Haiti. T dari awal tidak berusaha menghindar dari jepretan kamera, berbeda dengan N sang istri yang benar-benar rapat menutup mukanya, tidak memberikan kesempatan sedikitpun wartawan untuk mengambil mukanya.

Kemungkinan besar tingkah laku kedua orang tua penelantar bocah ini sedang dalam pengaruh narkoba berat, tingkah lakunya seolah ganjil. Gila mungkin juga ya, kalau tidak gila mana mungkin sih ada orang tua yang melarang anaknya untuk pulang.  Semoga polisi mempunyai cara-cara lain untuk membuktikan bahwa keduanya tidak gila tetapi “gila”.

Janda Wina Lia Menggoda, Redi Gelap Mata Mengaku Duda, Ternyata Beristri

Janda Wina Lia Menggoda, Redi Gelap Mata Mengaku Duda, Ternyata Beristri – Iklan jual rumah sekaligus mengawini pemiliknya membuat heboh dunia maya, sekarang sudah menghebohkan dunia rumah tangga. Mungkin banyak laki-laki yang tergoda untuk memiliki janda antik nan bahenol yang memiliki bisnis salon. Janda itu tinggal disentuh sedikit saja hatinya dan dipoles sedikit saja bisnisnya maka akan jadi karena sudah memiliki modal ketenaran. Redi Utomo Saputra (46 tahun) asal Lampung adalah salah satu korban yang dibikin klepek-klepek oleh Wina Lia, sampai-sampai ia gelap mata dan mengaku duda demi bisa mendekap janda Wina Lia. Redi ternyata masih beristri… rame rame rame.

Janda Wina Lia Menggoda, Redi Gelap Mata Mengaku Duda, Ternyata Beristri

Janda Wina Lia Menggoda, Redi Gelap Mata Mengaku Duda, Ternyata Beristri

Titin, begitu nama istri Redi, melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Solo karena menganggap Redi telah mencampakkan dan menterlantarkan dirinya karena tidak pernah memberi nafkah sejak menikah setahun lalu. Titin mengklaim bahwa Redi tidak memberi nafkah lahir dan bathin sejak dua bulan terakhir, karena Redi memang tidak menengoknya selama dua bulan terakhir ini. Mungkin Redi siang malam sudah kepincut Wina Lia yang lebih wah.

Padahal Wina Lia sudah melayangkan pujian setinggi langit atas Wina Lia, biasalah jika dua insan yang sedang jauth cinta, maka saling memuji. Wina Lia sudah mengobral informasi tentang calonsuaminya, rumah yang di Lampung akan dijual demi membantu kesulitan Wina. Dua anak Redi yang sedang kuliah di Jogya juga meminta Redi untuk tinggal di Jogya, sekaligus mencari istri di Jogya, demikian penjelasan Wina tentang calon suaminya.

Wuih Titin istri syahnya pasti mencak-mencak, jika punya jenggot pasti sudah kebakaran, menurut Titin selama menikah Redi hanya menafkahi Rp 300 ribu danRp 10 juta untuk biaya pernikahan. Tega-teganya Redi akan menjual rumahnya demi membantu kesulitan sang tambatan hati yang mungkin lebih bening.

Eat Happens Tebet, Sulit parkir, Parkir Saja Di Tebet Raya

Eat Happens Tebet, Sulit parkir, Parkir Saja Di Tebet Raya – Eat happens Tebet sudah dibuka, tempat makan ini memang tidak ada halaman parkirnya, tetapi kalau masu sedikit berusaha, di Jalan Tebet Raya banyak sekali tersedia tempat parkir.

Kawasan tebet Utara Dalam dua tahun terakhir ini diserbu oleh pedagang kaki lima yang dengan sembrono mengokupasi bahu jalan. Jika jarum jam menunjukkan pukul 15.00 maka para pedagang kaki lima yang umumnya menjajakan pakaian itu berlomba mendirikan tenda, tidak cukup di situ mereka masih menguasai badan jalan untuk menggelar barang dagangannya.

Eat Happens Tebet, Sulit parkir, Parkir Saja Di Tebet Raya

Eat Happens Tebet, Sulit parkir, Parkir Saja Di Tebet Raya

kawasan ini selalu macet karena banyak sekali pemandangan yang tidak boleh dilewatkan oleh para pelintas. Distro dan rumah makan menjadi ciri khas kawasan ini, sehingga wajar saja kalau pengunjungnya adalah kawula muda dengan dandanan yang aneh-aneh. Di sini banyak sekali orang berusaha merebut rejeki, pedagang kaki lima, tukang parkir, pengamen, supplier, tukang ojek berkolaborasi merebut hati konsumen di sini.

Ke Eat Happens sulit parkir? Tidaklah, Jalan Tebet Raya saja banyak ruko yang menyediakan tempat parkir.

1 2 3 4 82