Pasar Santa – Tempat Nongkrong Favorit Anak Muda Jakarta Selatan

Hari Sabtu 14 Februari lalu, sekitar pukul 14.30 penulis berusaha masuk ke parkiran Pasar Santa di Blok Q Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Ketika moncong mobil hampir masuk ke pintu gerbang pasar, petugas parkir lari tergopoh-gopoh menyambut dengan kedia tangannya bersilangan di dada, tanda parkir fully book.  Mobil dimundurkan lalu berputar mencari barangkali ada tempat kosong di luar area pasar, ternyata semuanya padat terisi kendaraan, dan akhirnya mobil mendapat tempat di sebuah taman meski jaraknya sekitar 200 meter dari pasar. Jaklan sedikit tidak apa-apa, alih-alih mengobati rasa penasaran, berita dari mulut ke mulut yang semuanya mengatakan bahwa Pasar Santa sekarang sudah berubah menjadi tempat tongkrongan favorit anak muda hipster Jakarta Selatan. Benar saja sambil berjalan memasuki pasar, saya berpapasan dengan banyak anak muda yang tanpa sungkan berjalan sambil makan, ada yang makan sosis, ada yang makan kentang, ada yang minum es duren, ada yang minum es cendol, dan banyak yang menenteng tas belanjaan isinya stereoform yang isinya pasti makanan yang baru saja dibeli di lantai atas.

Ketika masuk lantai bawah, penulis sempat ragu-ragu karena sepi sekali, penjual sama pembeli lebih banyak penjualnya. Tetapi ketika mendekati tangga naik, wow betapa hiruk pikuknya di lantai atas, heeem seluruh bangku terisi anak-anak muda yang sedang menikmati kudapan, sedang di sisi lain ada dua antrian besar yang mengingatkan kita pada Stasiun Gambir saat lebaran.  DOG yang jualan sosis goreng  paling panjang antriannya dari sisi kiri dan sisi kanan, ada juga Beyond Cendel & Duren Bar juga dikerumuni pengantri, hanya Beyond Cendol cerdik tidak mau menyiksa konsumen karena konsumen dipersilahkan membayar dulu, kemudian diberikan struk yang diberi nama, customer bisa keliling dulu sambil menunggu cendol durennya siap. Ada juga Legoh yang jualan makanan oriental, ada nasinya.  Bengkel sepatu, toko kue, service kamera, minuman, distro semuanya ada di lantai atas.  Supaya tidak penasaran, yuk kunjungi Pasar Santa, yang belum punya driver, datang ke Santa sebaiknya naik taxi saja, jadi tidak kelamaan mencari parkir.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *