Pembunuh Empi Terlacak Berkat Sinyal Ponsel Korban

Pembunuh Empi Terlacak Berkat Sinyal Ponsel Korban – Kita patut berdecak kagum kepada aparat POLRI yang berhasil menangkap Rio Santoso (beberapa media memberitakan Prio Santoso) yang mengaku sebagai pembunuh janda cantik Deudeuh Alfi Sahrin alias Empi Jum’at 10 April lalu. Peristiwa terjadi di rumah kost Jl. Tebet Utara I No 15, jalan ini melintang antara Jalan Tebet Raya dimana di situ ada Warmo dan Jalan Casablanca dimana di ujung jalan ada Soto Gebrak. Petunjuk awal sepeti apakah yang dipegang polisi, kok penangkapan bisa mengarah ke Rio Santoso yang tinggal sangat jauh dari Tebet.

Pembunuh Empi Terlacak Berkat Sinyal Ponsel Korban

Rio Santoso sial karena menggondol hp korbannya

Semula publik mengira bahwa Empi adalah wanita baik-baik yang bekerja pada sebuah EO, tetapi ternyata dari kesaksian tetangga kiri kanan dan dikuatkan oleh buku catatan harian yang mencatat dengan rapi pelanggan-pelanggan yang datang membuktikan bahwa Empi ternyata seorang PSK yang berpraktek langsug di kamar dimana itu juga tempat tinggalnya. Mungkin sekarang banyak pria hidung belang pelanggan Empi yang was was, dag dig dug, jangan-jangan namanya tercatat sebagai salah satu pelanggan yang tercantum di bukunya almarhumah, dan suatu saat bisa dipanggil polisi dan “dikeroyok” wartawan untuk diekspos.

Pembunuh Empi ternyata masih polos, seusai membunuh dia menggondol Ponsel korban, sudah pintar sih, dia membuang Sim Card lama dan mengganti dengan sim card miliknya. Pembunuh Empi tidak menyadari bahwa  Ponsel korban masih ada chip-nya atau chip onboard/bawaan. Berkat chip inilah polisi melacak keberadaan ponsel korban, dan sial bagi Rio Santoso, ponsel itu telah menuntun polisi ke tempat tinggalnya di sebuah rumah di Jalan Batu Tapak I, RT 01 RW 11, Bojong Gede, Kabupaten Bogor.

Pembunuh Empi Terlacak Berkat Sinyal Ponsel Korban

tanpa petunjuk sinyal ponsel korban maka polisi akan memerlukan waktu lama untuk menangkap pembunuh Empi

Seandainya pembunuh Empi tidak menggondol ponsel korban, mungkin utuk sementara dia masih aman karena polisi akan kesulitan untuk mendapatkan petunjuk awal, kalaupun tertangkap maka polisi memerlukan waktu cukup lama dan usaha yang ekstra keras, karena minimnya petunjuk awal. Logikanya Empi belum sempat mencatat pelanggannya karena keburu dicekik justru oleh pelanggannya. Tetapi kejahatan serapi apapun, suatu saat akan tertangkap juga meskipun nyaris tanpa meninggalkan bekas. Apalagi Rio Santoso ini menurut pengakuannya memncekik Empi karena di kata-katain badannya bau sehingga emosinya memuncak, jadi boleh dikatakan ini adalah kecelakaan yang tidak direncanakan atau pembunuh amatir yang dengan polosnya menggondol ponsel korban. Jadi pembunuh Empi terlacak berkat sinyal ponsel korban.

Semula orang menduga bahwa polisi melacak pembunuh Empi berdasarkan buku catatan pelanggan almarhumah, ternyata dugaan itu salah, polisi menggunakan teknologi informasi untuk melacak keberadaan ponsel korban. Sinyal ponsel korban telah menunjukkan korban yang sedang tertidur lelap, istrinya yang sedang mengandung anak kedua kaget tak terkira karena suaminya digelandang polisi.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *