Rakyat Lebih Dewasa Dibanding Pemimpin

Kelelahan  politik lahir batin ketika kita mengikuti proses pilpres yang lalu  kini menghantui lagi bangsa ini dengan telah terjadinya  perseteruan antara POLRI dan KPK. Dianalisa dari sudut pandang manapun,  peristiwa yang melibatkan dua lembaga penegak hukum di negeri ini persis cerita silat yang  saling membalaskan dendamnya.  Celakanya dua lembaga itu adalah dambaan  yang diharapkan betul bisa menyembuhkan penyakit kronis dan ganas yang sedang diderita bangsa ini, yaitu korupsi.

El Clasico

El Clasico

kpkvskapolri

 Yang diperseterukan kedua lembaga itu adalah penyakit kronis dan ganas itu sendiri,  kepada rakyat secara vulgar telah dipertontonkan  bahwa mereka sebenarnya juga termasuk kuman dan bakteri serta virus penyebab penyakit.  Mereka saling “mentersangkakan” satu sama lain, yang satu menyangka bahwa kamulah bagian dari virus ganas itu dan yang satunya balik menyangka hal yang sama.  Kita sebagai rakyat kecil yang tadinya sudah tahu menjadi gamblang bin terang benderang bahwa sulit sekali mencari orang bersih di negeri ini bahkan seperti mustahil.

 Mungkin kita juga perlu tahu bahwa proses menjadi negeri bersih tidak berpenyakit itu tidaklah mudah, kita ingat sejarah Hongkong. Revolusi anti korupsi Hong Kong dimulai 42 tahun lalu, pada Juni 1973, ketika Peter Fitzroy Godber, seorang petugas polisi senior, menghindari investigasi asetnya dengan melarikan diri ke Inggris. Hal itu memicu kemarahan publik. Masyarakat berunjuk rasa menuntut ekstradisinya dan hubungan antara masyarakat Hong Kong dan pemerintah Inggris memburuk. Untuk menyelamatkan kredibilitas Hong Kong, Gubernur saat itu, Sir Murray MacLehose mengumumkan pendirian ICAC  (Komisi Independen Anti Korupsi) atau KPK-nya Hong Kong. Komisi itu memulai tugas pada 1974 dan membawa Godber kembali ke Hong Kong, ia akhirnya dipenjara selama empat tahun.

 Semoga revolusi anti korupsi di Hong Kong menjadi inspirasi bangsa kita karena revolusi itu dipicu oleh nakalnya poiisi senior,  kebetulan di negeri kita dikhabarkan bahwa  oknum-oknum polisi senior gendut-gendut rekeningnya.  Hong Kong sekarang rangking 8, China 100, Indonesia rangking 107 bersama Argentina dan Djibouti (rangking dunia  dalam hal korupsi). KPK kita dibentuk tahun 2002, jadi kalau mengacu Hong Kong kita masih harus menunggu 30 tahun lagi untuk menjadi negara bersih. Wah.

Kata Rakyat Indonesia :”Barang siapa di antara kamu tidak korupsi, hendaklah kamu yang pertama  memenjarakan temanmu itu”.  Heemm ternyata rakyat lebih dewasa dibanding pemimpinnya.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *