Tag Archives: Bukan Sebagai Pembunuh

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh – Tampilan Margreith yang garang dan kurang simpati ketika kasus Angeline terkuak ke publik, mudah sekali menggiring opini publik untuk menjatuhkan sangkaan bahwa Margreith terlibat dalam kasus terbunuhnya Angeline. Polisi juga tidak kurang akal, kasus adopsi yang legalitasnya diragukan, dan penelantaran Angeline oleh Margreith dijadikan pegangan untuk “menjatuhkan” mental Margreith. Kini Margreith telah dijadikan tersangka dalam penelantaran Angeline.

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Margreith Tersangka, Menelantarkan Angeline, Bukan Sebagai Pembunuh

Orang Indonesia terkenal mudah bersimpati, jika ada orang yang terzolimi maka simpati akan mudah mengalir.  Kasus terbunuhnya Angeline menegaskan itu semua, doa dan simpati serta karangan bunga mengalir deras. Kita juga teringat dengan SBY yang enempatkan diri sebagai orang teraniaya, ternyata rakyat Indonesia justru mendukungnya untuk menjadi presiden mengalahkan Megawati sebagai incumben.

Membebani anak usia 8 tahun untuk merawat binatang piaraan, ratusan ayam dan mungkin masih ditambah anjing, sungguh tindakan yang tidak bisa ditolelir. Badan bau, rambut kumel, baju juga kumel ketika Angeline datang ke sekolah tiap pagi, menandakan bahwa Angeline overload pekerjaan, pekerjaan yang sebenarnya belum pantas dibebankan kepadanya. Guru-guru dan lingkungan sekolah paling tidak orang tua teman sekelas Angeline pasti sudah tahu derita yang dialami ileh Angeline, toh penderitaan Angeline berlangsung lama, seolah Margreith bebas melakukan apa saja terhadap Angeline tanpa ada yang bisa mencegahnya.

Terbunuhnya Angeline akan membawa hikmah besar bagi Bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak, era digital seperti sekarang mustinya akan memudahkan suatu kasus menyulut emosi publik. Misalnya jika dulu situasi yang dihadapi oleh Angeline ini diexpose di media sosial barangkali kasusnya tidak akan setragis yang terjadi sekarang ini.

Margreith sudah dijadikan tersangka penelantaran anak, semoga Bangsa Indonesia bisa memetik pelajaran yang sangat berharga, dan kasus serupa jangan terulang kembali. Kasus penetapan Margreith karea penelantaran anak pasti mengecewakan banyak pihak, karena publik sudah terlanjur beropini bahwa Margreithlah aktor intelektual atas terbunuhnya Angeline. Tetapi biarkanlah polisi mengerjakan tugas sebaik-baiknya, polisi pasti tidak bodoh dan gegabah menentukan seseorang menjadi tersangka.