Tag Archives: Obesitas

Lemak Tubuh Kita Itu Bandel

Lemak Tubuh Kita Itu Bandel, SUZUT 1OKG PINBB:53D05F50

Obesitas atau kelebihan lemak tubuh di badan itu memakan waktu cukup lama atau melalui proses, oleh karenanya kita kadang-kadang tidak sadar bahwa tubuh kita sudah menjadi kelebihan lemak tubuh. Kita tersentak ketika teman atau saudara kita yang sangat jarang ketemu menegur kita :”Wah sekarang sudah jadi Bos ya”, sambil kedua tangannya digerakkan di depan perutnya menandakan perut kita sudah maju. Lalu ketika obesitas sudah terlanjur kita derita,  bak kebakaran jenggot, kita pergi kemana-mana untuk mencari penangkal obesitas.  Ketika banyak teman  menyarankan banyak makan sayur, ada juga teman yang lain setengah meledek, sapi dan kerbau itu tiap hari makan sayur tetapi badannya gendut gendut juga.  Ada juga teman yang lain menyarankan untuk banyak renang, teman yang lain membantahnya, kuda nil itu tiap hari renang tetapi badanya malah super gendut.

Obesitas

Kuda Nil Hobby Renang dan Sapi Hobby Makan Sayur- SUZUT 1OKG PINBB:53D05F53

Candaan teman-teman itu semakin membuat kita menderita, semakin kita tertekan atas kegendutan kita maka kita semakin stress dan mungkin pelampiasannya banyak makan. Terlanjur obesitas memang sulit, berbagai macam jamu pelangsing dan jamu susut perut dicoba tetapi kebanyakan gagal, badan tetap gendut dan celakanya malah semakin gendut.  Kesimpulannya lemak tubuh kita itu bandel, susah untuk disuruh pergi.  Kalau berbagai usaha sudah dijalankan tetapi lemak tetap membandel, salah satu jalan terbaik adalah kita harus buang racunnya, ya lemak tubuh itu sebenarnya sisa-sisa sari makanan yang seharusnya dijadikan bahan bakar untuk menggerakkan organ-organ tubuh kita, namun karena asupannya berlebihan maka sama badan, bahan bakar itu disimpan di bawah kulit dan kita namakan lemak sebagai cadangan, penyimpanan yang terlalu lama akan mengubah  cadangan itu menjadi racun yang akan mengganggu organ tubuh kita. Satu-satunya jalan, lemak itu harus kita buang sedikit demi sedikit, inilah yang namanya detox.  SUZUT 1OKG PINBB:53D05F50.

Obesitas Melanda Segala Usia

Obesitas Melanda Sgala Usia

Obesitas telah menjadi wabah di seluruh dunia yang menyita banyak energi dan biaya untuk mengatasinya. Riset di Amerika : dua dari tiga orang dewasa mengalamai kelebihan berat badan dan satu diantaranya menderita obesitas. Masih di Amerika : satu di antara 3 remaja mengalami kelebihan berat badan dan mungkin setengahnya telah mengalami obesitas. Wabah obesitas telah mewabah ke seluruh dunia dan ini menjadi masalah sangat serius yang mempengaruhi kualitas hidup manusia. Penderita obesitas terpaksa harus rela menerima resiko lebih tinggi untuk penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol kadar gula tinggi seperti penyakit atau gangguan jantung, kanker, diabetes, asma dan radang sendi.

Obesitas Melanda Segala usia

Obesitas Melanda Segala usia

kemakmuran telah memanjakan manusia untuk menikmati apa saja yang tersedia di dunia ini, kalau sekarang obesitas sudah mendera anak-anak maka kita simpulkan bahwa obesitas itu melanda siapa saja dan celakanya usia berapa saja. Obesitas telah emnurunkan kualitas hidup seseorang, akibat lainnya adalah bahwa manusia harus mengeluarkan biaya ekstra besar untk menangkal obesitas. Study menunjukkan bahwa obesitas telah menyita hampir 25 % biaya medis bagi penderita obesitas. Biasakan makan makanan sehat berserat, perbanyak pergerakan tubuh, minum air putih, lebih sering makan dan teratur baik jumlah maupun kalori, sepertinya sangat baik dijadikan dogma atau filsafat hidup. Awas obesitas melanda siapa saja dan tidak pandang usia.

Obesitas Melanda Siapa Saja

Obesitas Melanda Siapa Saja

Penelitian yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa di Rusia penderita obesitas meningkat  dari 19 % menjadi 23 % dari populasi penduduk, study lainnya penduduk Amerika Serikat 70 % mengalami kelebihan berat badan dan 30 %nya mengalami obesitas (kelebihan berat badan belum tentu obesitas, berat badan standard adalah tinggi badan dikurangi 110). Rusia dan Amerika masuk dalam dua negara terkaya di dunia, fasilitas pelayanan kesehatan, kemudahan transportasi, kemudahan akses informasi segalanya jauh lebih mudah dibanding kita yang ada di Indonesia. Jadi saya ingin mengatakan bahwa wajar kalau penduduk kedua negara ini prosentase penderita obesitas di antara penduduknya boleh dikatakan tinggi. Tetapi kita acap kali menyaksikan bahwa orang yang tergolong miskinpun juga mengalami obesitas atau sangat kelebihan berat badan, jadi ternyata bisa dikatakan bahwa obesitas itu melanda siapa saja.

Obesitas melanda siapa saja

Obesitas melanda siapa saja

Pemerintah Rusia menganjurkan warganya untuk makan 5 kali sehari (hehe seperti sholat saja), mengapa demikian, study telah menyimpulkan bahwa metabolisme tubuh harus aktif terus menerus sepanjang hari. Orang yang makan sekali seharipun bisa terlanda obesitas karena metabolisme tubuh menjadi tidak normal, hasil kerja keras lambung bukannya dibuang lewat keringat ataupun BAB dan BAK tetapi malah ditumpuk di beberapa bagian tubuh. Makan lebih sering akan memberikan rangsangan bagi tubuh untuk bekerja keras dan normal, tetapi perlu diingat bahwa yang dimakan tentunya makanan sehat yang mengandung banyak serat, bukan fast food yang mengandung banyak lemah jenuh. Ingat obesitas melanda siapa saja, tanpa pandang bulu kaya atau miskin.

Bahaya Lingkar Perut 100 CM

Bahaya Lingkar Perut 100 CM

Orang yang memiliki lemak yang menggerombol di sekitar pinggang, bukan di paha, bukan di pinggul dan bukan di lengan serta bukan di bokong, memiliki resiko  terserang penyakit yang berhubungan dengan obesitas atau kegemukan. Orang semacam ini bentuk perutnya menyerupai apel, bulat di sekitar perut atau pinggang mengecil di atasnya juga mengecil di bawahnya. Study menunjukkan bahwa lingkar perut wanita maksimum 35 inci (sekitar 87,5 cm) dan pria 40 inci (sekitar 100 cm),  lebih dari standard itu, baik pria maupun wanita statusnya meningkat menjadi rombongan orang gendut. atau penderita obesitas. Lemak perut tidak hanya merusak bentuk tubuh menjadi seperti apel, sejatinya lemak telah merasuk ke organ organ vital seperti hati dan jantung. Kalau organ penting itu sudah digelayuti lemak dapat dibayangkan bahwa kerja jantung dan hati menjadi jauh lebih berat, akibat lanjutannya adalah kesehatan terganggu.

Akibat kurang gerak

Akibat kurang gerak

Mudah lelah, napas tersengal sengal, sulit bergerak dan nafsu makan bertahan tinggi menjadi bawaan orang yang terlanjur perutnya mirip buah apel. Bergerak sedikit saja keringat akan bercucuran, kemudian badan akan terasa lemas, mengakibatkan penderita obesitas menjadi malas bergerak apalagi berolahraga. Selanjutnya bisa diduga bahwa badan makin melebar, akibat nyaris tidak adanya pembakaran lemak padahal asupan lemak bertambah terus setiap harinya, maka lemak semakin krasan di pinggang karena di sana sudah banyak temannya. Jadi cegahlah pinggang jangan lebih dari 100 cm.