Tarip Deudeuh Hanya 350 Ribu, Terlalu Murah Dan Berresiko Tinggi

Tarip Deudeuh Hanya 350 Ribu, Terlalu Murah Dan Berresiko Tinggi – kembali membicarakan kasus Deudeuh Alfisahrin yang menghebohkan Jakarta pertengahan April lalu. Setelah dianalisa tarip Deudeuh hanya 350 ribu, terlalu murah dan berresiko tinggi.

Tarip Rp 350.000 tentunya itu merupakan penetrasi pasar, mengerucut kepada pasar yang dituju, sudah tentu tarip itu menuju kelas bawah. Kelas bawah artinya konsumen yang masih sangat menghargai uangnya karena mungkin sisa bulanannya hanya segitu-gitunya maka harus mendapat kompensasi pelayanan yang memuaskan. Deudeuh mungkin juga sudah menghitung, dengan persaingan yang sangat ketat maka ia tidak bisa main di kelas satu jutaan, ia memilih kelas 350 ribu dengan catatan main volume. Layani laki-laki yang belang hidungnya sebanyak-banyaknya maka income juga tidak akan kalah dengan yang pasang tarip satu jutaan.

Tarip Deudeuh Hanya 350 Ribu, Terlalu Murah Dan Berresiko Tinggi

Tarip Deudeuh Hanya 350 Ribu, Terlalu Murah Dan Berresiko Tinggi

Resiko yang diambil Deudeuh sungguh berat konsekwensinya, konsumen akan berasal dari kelas bawah yang mungkin secara ekonomi belum sempat memperhatikan kesehatan dengan baik. Deudeuh harus melayani banyak laki-laki dengan perilaku yang berbeda-beda dan sangat variatif. Deudeuh harus banyak melayani laki-laki yang belang hidungnya, mungkin dalam sehari harus berpura-pura 5 sampai 7 kali memberikan cinta palsu kepada pelanggannya, ini memerlukan fifik yang kuat.

Jadi banyaknya laki-laki yang belang hidungnya dan berasal dari kalangan bawah akan membawa resiko yang tidak ringan bagi Deudeuh. Faktor kesehatan, faktor stamina, faktor psikologis akan sangat membebani ketika Deudeuh memberikan cintanya kepada konsumen. Konsumen akhir pasti akan merasakan seperti bercinta dengan gedebog pisang, benar saja ketika konsumen terakhir yang bernama Rio Santoso menuntut pelayanan yang ekstra, Deudeuh justru komplain bau badan, dan ini berujung maut. Sayang sekali anak manusia yang disayang Tuhan harus berakhir hidupnya karena ketika laki-laki mengharapkan “cinta” ternyata itu tidak didapatkan, Deudeuh mungkin sudah seperti robot saja karena sehari bisa melayani 7 laki-laki. Betapa capek dan berresikonya yang dilakukan Deudeuh, dan resiko itu terbukti tinggi dan berat sampai ujung maut.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *