Tarip Deudeuh Terlalu Murah, Dapat Konsumen Kelas Kambing

Tarip Deudeuh Terlalu Murah, Dapat Konsumen Kelas Kambing – “25 thn 168/65/34b/PUTIH.OPEN BO include room 350 sejam 1x keluar.include room/caps Serious only 081383359448.no bbm no wa.sms only.no nego.REAL ACOUNT,” demikian tertulis di akunnya @tataa_cubby. Iklan akun twitter memang terlihat terlalu vulgar padahal konon followernya 14.500 orang. Dan yang lebih penting lagi rupanya tarip Deudeuh terlalu murah, dapat konsumen kelas kambing yang mencelakakan dirinya.

Tarip Deudeuh Terlalu Murah, Dapat Konsumen Kelas Kambing

Tarip Deudeuh Terlalu Murah, Dapat Konsumen Kelas Kambing

Ya kehidupan Jakarta kelas Tebet tarip Rp 350.000 per transaksi adalah terlalu murah, sehingga pasti Deudeuh kebanjiran konsumen,Deudeuh tidak bisa menyaring konsumen, karena siapapun yang punya uang Rp 350.000 dapat menggunakan jasanya meskipun itu hanya tukang ojek atau Pak Ogah (maaf bukan bermaksud menyepelekan profesi tukang ojek atau Pak Ogah). Akhirnya Deudeuh mendapatkan konsumen Muhammad Prio Santoso. Dia berprofesi sebagai guru mate-matika di Bimbel Clavius Kedoya, tinggal di kos-kosan bersama satu istri dan satu anak di Bojong Gede dan kemana-mana naik kereta api. Bukan bermaksud meremehkan profesi  guru bimbel, tetapi berapa sih penghasilannya? Bagi Prio Santoso uang Rp 350.000 pastilah harganya sangat tinggi (karena mencarinya susah)  maka dia menuntut kenikmatan yang sebanding dengan jumlah uang yang bakal ia keluarkan.

Awal Maret lalu Prio bertraksaksi untuk pertama kalinya, cuma saja entah karena sudah terlalu banyak melayani laki-laki, Deudeuh memaksa  Prio Santoso untuk berhenti di tengah jalan sebelum Prio Santoso puas lahir batin. Prio Santoso menuruti “perintah” Deudeuh tetapi pulang dengan memendam rasa penasaran yang sangat dalam, yaitu seberapa hebat sih pelayanan Deudeuh ini. Mungkin dalam hati Prio Santoso bergumam :” Gila Rp 350.000,- servisnya cuma kaya gini, penasaran gua, lain waktu gua buktiin”. Jadi kalau kita golongkan Prio Santoso ini adalah konsumen kelas kambing yang menghargai uang Rp 350.000 sangat tinggi. Coba kalau tarip itu dinaikkan menjadi Rp 1.000.000 misalnya, pasti konsumen lebih meningkat agak elit, paling tidak Oom Oom senang yang bermain sebentar juga sudah “puas”.

Ketika pembunuhan terjadi, itu adalah kali kedua Prio Santoso bertransaksi cinta dengan Deudeuh, penasaran yang sangat dalam mungkin sudah menelan berbagai obat perkasa, gairah yang menggelgak-gelegak hendak disalurkan. Peristiwanya hampir sama dengan transaksi pertama, baru jalan 15 menit berlalu, Deudeuh memaksa Prio Santoso dengan kata-kata yang membuat emosi meledak. Ledakan emosi berujung di tangan Prio Santoso yang tanpa pikir panjang mencekik leher Deudeuh hingga menghembuskan napas terakhir. Jadi karena kelas kambing, Prio Santoso merasa mencari uang Rp 350.000 itu tidak gampang, mengapa dilayani hanya 15 menit saja sambil mengeluarkan kata-kata yang menusuk perasaan meledakkan emosi, padahal dia datang kali kedua ini sudah memendam rasa penasaran yang sangat dalam. Tarip Deudeuh terlalu murah, dapat konsumen kelas kambing yang membunuhnya.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *