Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor

Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor – Muhammad Iqbal terjengkang dan kepala belakangnya membentur pondasi pagar stasiun Pondok Jati, gara-gara dihajar oleh penumpang kereta bernama Fajar Arif mantan petinju yang tidak terima karena kegemaran merokoknya ditegur. Jadi Muhammad Iqbal tegur penumpang merokok, bogem melayang, kepala bocor.

Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor

Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor

Stasiun Pondok Jati adalah nama sebuah stasiun KA di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Stasiun Pondok Jati terletak pada jalur KA Commuter Jabodetabek jalur Lingkar Kota yang mengelilingi tengah kota Jakarta. Stasiun ini beralamat di Jalan Kayu Manis Barat no. 1 Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur 13410, stasiun ini berada di antara stasiun Kramat dengan Jatinegara.

Pemukulan itu terjadi Senin (20/4) pukul 15.30 WIB. Aturan larangan merokok di stasiun sebenarnya sudah lama berlaku, dengan dasar hukum Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 115 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.  Fajar berdalih bahwa ia merokok di ruang terbuka dan tidak ada larangan merokok di situ. Apa hendak dikata kadang-kadang kehidupan sekeras Jakarta, sebab-sebab sepele bisa jadi gawe, pasti Fajar Arif tidak terbayang bahwa susai memukul bakal berhadapan dengan terali besi, padahal punya anak dan punya istri yang menanti. Muhammad Iqbal tegur penumpang merokok, bogem melayang, kepala bocor.

Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor

Tegur Penumpang Merokok, Bogem Melayang, Kepala Bocor

Penyesalan kemudian selalu hanya sedikit berguna, lewat istrinya Fajar Arif  minta tolong untuk dimintakan maaf kepada Muhammad Iqbal yang masih tergeletak sakit di rumah sakit. “Kepada korban saya minta maaf, saya khilaf saya tidak niat sampai seperti itu. Saya cuma spontan, sekali lagi saya minta maaf,” ucap Fajar yang memiliki dua anak ini. Fajar meneteskan air mata saat mengucapkan maaf. Air mata jatuh begitu dia teringat dengan nasib istri dan anaknya. Istri Fajar mengetahui perbuatan suaminya itu setelah Fajar diamankan di Polsek Matraman.

Mengedepankan emosi ya seperti ini akibatnya, padahal jika mau mematikan rokok sebentar saja mungkin Fajar Arif juga tidak akan menderita. Sesampai di rumah bisa memuaskan menikmati rokok sebanyak-banyaknya, mungkin bisa sekali hisap 3 atau 4 batang biar puas dan bisa dilihat istri dan anak-anaknya.  Penyesalan selalu hanya sedikit gunanya.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *